Malin Minta Aparat Segera Usut Video Viral Aduan Perempuan Melawi Diperkosa

Melawi

Editor Shella Rimang Dibaca : 359

Malin Minta Aparat Segera Usut Video Viral Aduan Perempuan Melawi Diperkosa
Tangkapan layar dari Instagram pengacara kondang, Hotman Paris, beberapa waktu lalu.
NANGA PINOH, SP – Beredarnya video di laman Instagram pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, yang menerima aduan adanya warga Melawi yang menjadi korban perkosaan, masih menjadi misteri.

Anggota DPRD Melawi asal Belimbing, Malin, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini.

“Dalam video disebut Belimbing. Disebut Kecamatan Pemuar, walau sebenarnya mungkin Desa Pemuar. Ini kan desa saya. Saya sebagai warga Belimbing, warga Pemuar, tentu bakal memikirkan, jangan-jangan itu warga saya,” ucapnya saat menghubungi Suara Pemred, Selasa (19/3).

Malin pun meminta, agar pihak penyidik kepolisian untuk mengusut sampai tuntas. Penyelidikan harus dilakukan sehingga diketahui dengan pasti apakah benar terjadi kasus pemerkosaan seperti yang disampaikan perempuan tersebut pada Hotman Paris.

“Kalau memang ada, tangkap pelakunya dan itu kejahatan luar biasa. Ini perbuatan keji, apalagi kalau sesuai tuduhan, itu dilakukan aparat pemerintah tingkat bawah. Tapi kalau memang tidak ada, polisi harus sampaikan bahwa itu hoaks,” katanya.

Selasa siang, Hotman Paris Hutapea melalui video di Instagramnya mengungkapkan, bahwa perempuan yang menjadi korban pemerkosaan sudah melaporkan ke Polres Melawi didampingi oleh pengacara dari Jakarta. Dalam video tersebut juga disebut terlapor kasus pemerkosaan adalah oknum kades.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP Samsul Bakri mengungkapkan, sampai Selasa siang, memang belum ada laporan dari korban yang masuk ke Polres. Dan informasi pelaporan yang disampaikan oleh Hotman Paris, ternyata salah.

"Korban dan tim PH-nya membuat laporannya di Polda Kalbar, bukan di Polres Melawi. Bang Hotman salah sebut. Sudah diralat oleh Bang Hotman," sebutnya.

Samsul melanjutkan, polisi juga belum bisa menindaklanjuti, bila belum ada laporan dari korban. (eko)