PDAM Melawi Tingkatkan Pelayanan Pelanggan

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 162

PDAM Melawi Tingkatkan Pelayanan Pelanggan
Launching pembayaran tagihan PDAM Melawi secara online oleh Bupati Melawi, Panji. (Suara Pemred/Eko Susilo)
PDAM Melawi meluncurkan pembayaran rekening air secara online, Senin (18/3). Bertepatan di kantor PDAM di Simpang Bandara Nanga Pinoh, pembayaran tagihan air PAM ini bisa melalui ATM BNI, PPOB Griya Bayar, aplikasi Link Aja hingga gerai Indomaret.  

Agus Darius, Direktur PDAM Tirta Melawi menerangkan, penerapan pembayaran online ini awalnya akan diterapkan tahun lalu. "Hanya perangkat IT baru siap tahun ini termasuk dengan mitra pembayaran rekening air," katanya.  

Agus mengungkapkan, saat ini geografis pelanggan PDAM yang tersebar di banyak kecamatan, menjadi salah satu hambatan bagi pengguna air PDAM membayar tepat waktu. Hal tersebut juga berdampak pada rendahnya efektifitas penagihan rekening pelanggan PDAM.  

"Rekening aktif yang membayar baru 70 persen. Sisanya masih menunggak. Karena itu perusahaan mengoptimalisasi layanan dengan kuantitas dan kualitas yang baik," katanya.   

PDAM pun berupaya memperbaiki kinerja perusahaan, untuk meningkatkan pelayanan dengan mengoptimalisasi produksi dan pendistribusian air bersih dengan memperhatikan kualitas, kuantitas dan kontinuitas.  

Layanan pengaduan pelanggan juga dipermudah melalui SMS gateway, website, medsos serta meningkatkan program billing dan keuangan.   "Pencatatan meteran, kami juga sudah menggunakan sistem. PDAM Melawi sudah menyiapkan infrastruktur sistem informasi berbasis IT," jelasnya.  

Kini dengan peluncuran pembayaran lewat PPOB, aplikasi Android link aja, Indomaret dan BNI dan PT Pos Indonesia, Agus berharap dengan banyaknya ketersediaan loket pembayaran, diharapkan mempermudah pelanggan membayar rekening air tepat waktu.  

"Pembayaran bisa 24 jam, baik hari kerja bahkan hari libur. Tak ada lagi alasan loket PDAM tak buka atau sedang di luar Melawi. Karena bisa dibayar secara online," ujarnya.  

Agus berharap, sistem pembayaran online dapat meningkatkan efektivitas penagihan dari 70 persen mencapai 90 persen, bahkan 100 persen. Apalagi pelanggan PDAM Melawi saat ini, juga sudah mencapai 7.511 pelanggan.   

"Piutang PDAM pada 2018 mencapai Rp 243 juta. Piutang bertambah karena semakin bertambah pelanggan. Semoga dengan online, piutang bisa ditekan," harapnya.    

Bupati Melawi, Panji saat  meresmikan pembayaran online  PDAM menerangkan, saat ini memang pelayanan sudah berbasis teknologi. Menurutnya, kalau tak mampu mengikuti perkembangan zaman, bisa digilas oleh perubahan.  

"PDAM dan mitranya dengan sistem baru dapat dirasakan oleh masyarakat dengan pelayanan makin berkualitas. Objek layanan juga makin mudah, murah, efektif dan efisien. Mudah-mudahan masyarakat merasakan pelayanan yang kita berikan," pesannya.   

Di tempat yang sama, Kartiko Sriwijayanto, perwakilan BNI mendukung layanan ini bagian dari penerapan smart city. Penerapan pembayaran tagihan berbasis online, juga ikut mempermudah transaksi dengan sarana yang ada.
 

"Kami memiliki sistem untuk membantu pembayaran PDAM, PBB, e-Samsat dan retribusi daerah. Kami berharap sistem yang dibuat bisa membantu kelancaran pembayaran, khususnya bagi PDAM Melawi," katanya. (eko susilo/lis)

Komentar