Pegawai Era Milenial Harus Lincah dan Tanggap

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 137

Pegawai Era Milenial Harus Lincah dan Tanggap
Dilantik (Atas) Bupati Melawi, Panji menyerahkan SK kepada perwakilan CPNS Melawi hasil seleksi 2018 lalu. (eko susilo/Suara Pemred)
Nanga Pinoh, SP – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Melawi dan Kapuas Hulu dilantik dan diambil sumpahnya. Dalam pembekalan yang dilakukan terhadap CPNS baru tersebut, mereka diminta tanggap dan lincah dalam memahami persoalan di masyarakat.  

Sebanyak 244 CPNS mengikuti pembekalan dan menerima surat keputusan (SK) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Senin (18/3). Bupati Melawi, Panji pun meminta para CPNS baru ini banyak bersyukur karena bisa terpilih dan lulus sebagai abdi negara.   "Kita bersyukur karena awal awal Melawi hanya diberikan kuota pegawai sedikit. 

Tapi dengan perjuangan kita, bahkan saya sampai sedikit diomelin pusat, akhirnya tahun lalu kita bisa mendapat 260 kuota pegawai negeri," katanya.  

Menurut Panji, ia berupaya kuat agar ada penambahan kuota pegawai, mengingat jumlah pegawai Melawi yang masih sangat kurang di berbagai lini. Apalagi Melawi sudah tak mendapat kuota CPNS sejak 2015.   

Ia mengaskan, hal itu menjadi catatan penting, agar mereka bersyukur karena bekerja pada tempat yang langsung diberikan hak dan kewajibannya.   “Kalau di tempat lain, masih tergantung dengan keringat yang anda keluarkan, tergantung malas dan rajin. Kalau PNS, sakit pun masih di gaji. Coba kalau kerja sendiri, tentu jauh berbeda," ucapnya.   

Dengan menjadi bagian dari "Karyawan Negara", maka para CPNS ini sudah menjadi bagian dari sistem. Bekerja diatur dengan berbagai aturan dan sistem kerja. Sikap kritis juga mesti disesuaikan. Panji juga menilai CPNS yang masih berusia muda ini, juga memiliki peluang dan masa depan yang panjang.  

"Kalian manusia milenial, bukan manusia zaman old. Jadi harus serba lincah, serba mudah. Maka selalu ikuti perkembangan zaman. Jangan berhenti berbuat baik. Ada persoalan masyarakat harus tanggap. Ikut mengkomunikasikan untuk bersama dan mencari jalan keluar," pesannya.  

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Melawi, Paulus menerangkan, CPNS yang menerima SK dan mengikuti pembekalan, merupakan hasil proses seleksi pada 2018 oleh Kemenpan-RB RI melalui tes CAT.   

Jumlah keseluruhan yang akan menerima SK CPNS, yakni 243 orang. Tapi yang hadir mengikuti bimtek dan pembekalan CPNS ada 244 orang.  

Satu orang atas nama Agnes dengan menggantikan peserta yang sebelumnya lulus, tapi meninggal saat proses pengangkatan. Namun, SK belum bisa diserahkan karena masih dalam proses. “Semoga persetujuan teknis untuk penetapan NIP bisa segera keluar, untuk nama Agnes," jelasnya.    

Paulus menerangkan, Agnes tetap diwajibkan ikut bimtek karena tak mungkin BKPSDM menggelar Bimtek hanya untuk satu orang. Bimtek menjadi syarat untuk mengikuti Diklatsar.   

"Diklatsar ini rencana digelar Juni atau Juli setelah proses Diklatsar CPNS provinsi Kalbar," terangnya.   Paulus juga menegaskan, CPNS baru ini mesti 10 tahun melaksanakan tugas di tempat penempatan, baru kemudian bisa mengusulkan pindah.

Sebelum melaksanakan tugas, CPNS akan diberikan materi dasar dasar kepegawaian, serta diberikan bimtek penguatan potensi untuk menguasai bidang tugasnya, sehingga bisa bermanfaat di tempat kerja dan bekerja profesional serta melayani masyarakat. 

"244 orang ini terdiri dari 50 pegawai golongan II dan 194 pegawai golongan IIIA. Formasi kita sebenarnya 260 orang, ada 16 formasi tak terisi karena tak ada pelamar atau peminat," jelasnya. (eko/lis)

Harus Ikut Aturan

Sementara, Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono berpesan, para CPNS memiliki komitmen kuat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Berbagai hal ini menjadi konsekuensi, bila memilih PNS sebagai jalan hidup.  

"Jadilah pegawai yang baik. Hidup jadi pegawai itu diatur. Pakaian diatur, masuk keluar kerja juga diatur," katanya.   Ivo menegaskan, CPNS ini harus jadi diri sendiri.

Tak usah meniru niru orang lain, utamanya untuk perilaku buruk oknum. Cukup bekerja sesuai aturan dan bila mencontoh, contohlah perilaku pegawai yang baik.    "Tanamkan rasa memiliki dan rasa bertanggungjawab. Kalau ditanamkan kita bisa menjadi lebih baik," pungkasnya. (eko/lis)

Komentar