Peresmian Unit Hemodialisis dan Gedung CSSD

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 67

Peresmian Unit Hemodialisis dan Gedung CSSD
MERESMIKAN - Bupati Melawi, Panji, meresmikan tiga unit gedung dan pelayanan di RSUD Melawi. Gedung bernilai miliaran rupiah ini akan memperkuat pelayanan RSUD Melawi yang kini bertipe C.
NANGA PINOH, SP – Tiga unit gedung baru RSUD Melawi diresmikan oleh Bupati Melawi, Panji, Selasa (9/4). 

Gedung bernilai miliaran rupiah ini akan memperkuat pelayanan RSUD Melawi yang kini bertipe C. Salah satu unit yang diresmikan adalah hemodialisis atau biasa disebut layanan cuci darah.

“Unit hemodialisis yang diresmikan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan cuci darah. Tak perlu lagi keluar kota untuk mendapatkan layanan cuci darah. Harapannya, tentu dengan keberadaan unit ini di RSUD Melawi, bisa mendapat layanan yang cepat serta murah,” kata Panji.

Panji mengatakan tiga unit bangunan dan layanan RSUD Melawi yang baru diresmikan diharapkan bisa membuat rumah sakit pemerintah memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan optimal di masa mendatang.

“Mari kita dukung agar pelayanan RSUD Melawi lebih maksimal, berkualitas, dan juga bisa lebih efisien. Jangan lagi ada orang yang kerjanya hanya mencari salah dalam pelayanan pemerintahan. Kalau ada yang salah, ya kita betulkan bersama,” ujarnya.

Menurut Panji, sejumlah inovasi dibuatnya agar bisa membangun kualitas pelayanan kesehatan semakin baik. Salah satunya dengan merevisi insentif dokter spesialis yang besaran awalnya hanya Rp16 juta per bulan. Ia membuat Peraturan Bupati (Perbup) baru dengan menaikkan insentif dokter spesialis menjadi Rp20 juta per bulan.

“Memang ini juga masih terbilang rendah. Tapi saya yakin, dokter spesialis kita memberikan pelayanan karena cinta kasih. Tidak hanya soal materi. Saya bangga dokter kita di sini sudah melaksanakan tugas, tak hanya karena insentif, tapi juga karena adanya kebaikan hati,” paparnya.

Dalam peresmian tersebut, Panji juga memberikan pesan ke Direktur RSUD agar tak lagi membiarkan adanya pasien harus menunggu untuk mendapatkan pelayanan. Ia meminta agar pasien tersebut dilayani saja dahulu.

“Soal prinsip, nanti kita diskusikan bersama. Duit memang penting, tapi tentu harus ada langkah dan usaha bagi kaum kecil dan masyarakat lemah. Semua pelayanan ini harus ambil bagian. Karena Pemerintah Pusat juga berupaya agar masyarakat kecil mendapatkan layanan kesehatan prima lewat Kartu Indonesia Sehat,” pesannya. (eko/lha)

Didukung 543 Peralatan kesehatan

Direktur RSUD Melawi, Sien Setiawan mengungkapkan, tiga unit yang diresmikan meliputi gedung rawat inap penyakit dalam, gedung Central Sterille Supply Department (CSSD) yang berisikan mesin untuk sterilisasi peralatan medis serta unit hemodialisis.

“Pembangunan fisik gedung sepanjang 2016-2019 mencapai Rp32,4 miliar yang terdiri dari delapan unit gedung baru serta satu instalasi pengolahan limbah,” katanya.

Gedung baru ini juga didukung dengan pengadaan 543 peralatan kesehatan (alkes) senilai Rp34,7 miliar. RSUD Melawi, kata Sien juga berhasil lulus akreditasi pada Januari 2018 lalu dan juga berhasil naik tipe pada April tahun lalu.

“Kenaikan tipe ini juga berdampak pada struktur organisasi manajemen rumah sakit yang semakin besar dan kuat. Harapannya tentu akselerasi kinerja RSUD semakin cepat dan juga semakin bagus. Serta mendatangkan pendapatan lebih tinggi,” katanya.

RSUD Melawi sudah memiliki delapan mesin cuci darah. Itulah yang membuat Melawi memiliki mesin terbanyak untuk Kalbar, di luar kota Pontianak tentunya. Saat ini sudah ada dokter spesialis penyakit dalam dibantu dokter umum dan empat perawat terlatih yang siap mengoperasikan unit tersebut.

“Jadi nanti tak hanya layani pasien dari Melawi, tapi juga dari kabupaten sekitar, seperti Sekadau, Kecamatan Serawai dan Ambalau, serta pasien dari Kalteng,” ujarnya.

Sien juga menegaskan, pihaknya akan terus mengoptimalkan alkes yang sudah tiba di RSUD Melawi dengan mengirimkan para staf dan tenaga medis RSUD Melawi untuk mendapatkan pelatihan. Saat ini sudah ada 57 staf yang dikirim untuk mendapatkan tambahan ilmu untuk mengelola berbagai alkes tersebut. (eko/lha)