STKIP Liburkan Mahasiswa Jelang Hari Pemungutan Suara

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 223

STKIP Liburkan Mahasiswa Jelang Hari Pemungutan Suara
SOSIALISASI - Plt. Ketua STKIP Melawi, Septian Peterianus, membuka kegiatan sosialisasi pemilu oleh Relawan Demokrasi.
NANGA PINOH, SP – Untuk mengantisipasi terjadinya golput, STKIP Melawi akan meliburkan aktivitas perkuliahan jelang hari pemungutan suara. Hal ini dilakukan agar nantinya para mahasiswa ini bisa pulang ke daerah tempatnya terdaftar sebagai pemilih dan menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang.

“Kita telah mengeluarkan edaran untuk meliburkan kampus dari tanggal 16 April hingga libur paskah. Sehingga mahasiswa punya kesempatan untuk memilih,” ujar Plt. Ketua STKIP Melawi, Septian Peterianus, saat membuka sosialisasi pemilu yang digelar oleh Relawan Demokrasi di Kampus STKIP, Selasa (9/4) sore.

Septian mengatakan, golput dan politik uang bisa menjadi sebuah momok dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Karena itu, ia berharap mahasiswa, termasuk relawan demokrasi ikut mengantisipasi jangan sampai semakin banyak pemilih yang golput dalam Pemilu 2019.

 “Pilih sesuai dengan hati nurani, Adik-adik. Tolak politik uang. Kalau kita ingin mendapat pemimpin yang berkualitas, jangan golput,” tegasnya.

Sebagian mahasiswa STKIP Melawi sendiri menjadi bagian dari pemilih pemula. Mereka akan pertama kali menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Septian juga menilai sosialisasi pemilu menjadi hal yang sangat penting sehingga mereka benar-benar memahami cara mencoblos.

“Semoga dengan pemilu yang berkualitas, juga dihasilkan pemimpin yang berkualitas,” katanya.

Sosialisasi oleh Relawan Demokrasi ini menghadirkan pemateri dari Komisioner KPU Melawi, Airin Fitriansyah. Mantan jurnalis ini memaparkan soal pentingnya partisipasi pemilih dalam pemilu kali ini.

“KPU RI sudah menargetkan partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen dalam Pemilu Serentak. Kita di Melawi sekarang tinggal mempertahankan, karena prestasi partisipasi pemilih di Melawi, cukup baik,” ucapnya.

Namun, Airin tetap mengingatkan agar mahasiswa STKIP Melawi aktif untuk mengecek dirinya terdaftar atau tidak dalam DPT. Bila belum terdaftar, hak pilihnya tetap dilindungi karena bisa mencoblos menggunakan KTP elektronik maupun surat keterangan (Suket) dari Disdukcapil sebagai identitas yang sah.

“Pemungutan akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berakhir pada 13.00 WIB. Bila tak terdaftar di DPT, maka akan masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan baru bisa menggunakan hak pilihnya di atas pukul 12.00 WIB,” katanya.

Airin menegaskan pada peserta sosialisasi untuk mengantisipasi hoaks yang banyak beredar melalui media sosial. Sebagai kaum intelektual, mahasiswa mestinya bisa bersikap kritis dan juga melakukan crosscheck terhadap berbagai informasi yang beredar.

“Bahaya berita hoaks ini sangat luar biasa dampaknya. Memunculkan ketidakpercayaan pada lembaga penyelenggara dan pihak pengaman pemilu. Dan tentu merugikan peserta pemilu akibat kampanye hitam,” ungkapnya. (eko/lha)