Distankan Melawi Target Peningkatan Produksi Gabah

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 95

Distankan Melawi Target Peningkatan Produksi Gabah
TANAM PADI - Penanaman padi perdana di sawah Desa Semadin Lengkong oleh Distankan bersama kelompok tani.
NANGA PINOH, SP – Penanaman padi perdana untuk musim tanam gadu di Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh digelar Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Melawi, Rabu (10/4) siang. 

Penanaman padi di areal sawah milik Kelompok Tani (Poktan) 87 Dusun Semadin ini diharapkan semakin meningkatkan produksi padi di Melawi.
 
Kadistankan Melawi, Oslan Junaidi mengungkapkan, program cetak sawah Poktan Desa Semadin Lengkong sudah dilakukan pada 2018 lalu. Tahun ini dilanjutkan dengan penanaman padi perdana dengan diberikan bantuan benih padi dan pupuk.

“Bantuan sawah menggunakan dana DAU di tahun 2018 hanya satu kelompok tani saja, yakni kelompok tani 87 Desa Semadin Lengkong. Sementara pada 2019 ini, ada dua kelompok, yakni kelompok tani di Desa Poring dan di Desa Sungai Pinang,” katanya.

Oslan memaparkan, masing-masing bantuan kurang lebih Rp100 juta menggunakan DAU APBD Melawi. Yang mana dengan bantuan tersebut dilakukan pembukaan cetak sawah masing-masing kurang lebih lima hektare.

“Bantuan tersebut sudah termasuk benih dan pupuk. Bantuan ini sangat diperlukan poktan untuk mendukung program cetak sawah di Melawi,” jelasnya.

Oslan mengatakan, karena keterbatasan dana, pembukaan lahan cetak sawah menggunakan DAU masih sangat minim. Sehingga, masih memerlukan banyak anggaran dan dukungan banyak pihak, di antaranya melalui pokok pikiran DPRD Melawi.

“Untuk itu kita berharap kepada para anggota dewan agar kiranya bisa membantu cetak sawah, karena pemanfaatannya lebih tinggi dibandingkan pengadaan lain. Ini yang kita harapkan karena ada pemanfaatan lebihlah," ucapnya.

Karena, lanjut dia, jika dari dana DAK atau APBN, untuk kawasan HGU, tidak bisa. Tapi jika dana DAU, pihaknya bisa melakukan pendekatan kepada pemegang HGU.

Oslan menargetkan, pada 2019 ini ada peningkatan produksi pertanian. Jika di tahun sebelumnya hasil produksi hanya berkisar 3,8 ton per hektare, maka tahun ini diupayakan menjadi 4 sampai 4,2 ton per hektare.

“Hasil panen padi petani kita sebenarnya cukup lumayan. Tentunya dengan pembinaan dan pendampingan dari penyuluh, hasilnya bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (eko/lha)