RS Pratama Melawi Diresmikan

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 110

RS Pratama Melawi Diresmikan
RS PRATAMA - Bangunan megah RS Pratama. Rumah sakit yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar ini, belum bisa sepenuhnya berfungsi optimal karena keterbatasan SDM.
NANGA PINOH, SP – Rumah Sakit Pratama di Desa Batu Buil diresmikan penggunaannya oleh Bupati Melawi, Panji, Kamis (11/4) siang. 

Bangunan dengan nilai puluhan miliar rupiah ini menjadi bangunan RS Pratama  termegah di Kalbar. Kendati demikian, kendala tenaga medis yang masih terbatas membuat pelayanan tak bisa langsung berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, Ahmad Jawahir, dalam peresmiannya mengungkapkan RS Pratama yang dibangun pada 2017 silam memang dilengkapi dengan bangunan yang megah. Peralatan kesehatan yang tersedia juga terbilang lengkap.

“Ke depan, rumah sakit pratama bisa berkembang menjadi rumah sakit tipe D. Fisik sudah 100 persen. Hanya perlu untuk pematangan lahan serta penataan halaman sekitar rumah sakit. Termasuk perluasan lahan, sehingga ke depan bisa dibangun rumah dinas dokter dan paramedis," ujarnya.

Ahmad mengakui, kendala RS Pratama terletak pada ketersediaan tenaga medis. Saat ini baru ada 28 pegawai yang merupakan CPNS penerimaan 2018 lalu. Jumlah bidan, dokter, dan perawat bahkan masih jauh dari cukup.

“Karena itu, kami ada melakukan penerimaan tenaga tambahan kesehatan lagi. Walau memang sementara yang tersedia baru untuk tenaga satpam, sopir ambulans hingga tenaga promosi kesehatan dan kesehatan lingkungan. Ke depan, kita usulkan agar ada penerimaan tenaga perawat lewat kontrak daerah,” katanya.

Terkait aspek legalitas, Ahmad juga memaparkan, saat ini masih ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan. Di antaranya untuk mengajukan nomor registrasi, harus terlebih dahulu dilakukan visitasi oleh pemerintah provinsi dan pusat.

“Sambil menunggu itu, kita sudah mempersiapkan Perbup SOTK. Jadi nanti akan dilantik kepala RS Pratama serta perangkat organisasi di dalamnya. Perda Pola Tarif sudah dibuat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji, menilai untuk mengimbangi gedung RS Pratama yang megah, memang perlu dilakukan penataan suasana sekitar rumah sakit, termasuk taman dan penambahan luas lahan sekitar rumah sakit.

“Ya, kita minta dukungan tokoh masyarakat sekitar rumah sakit. Untuk penambahan lahan rumah sakit karena wajah rumah sakit pratama ini perlu ditata. Nanti saya minta Pak Sekda mungkin untuk menyiapkan anggarannya,” ungkapnya.

Panji juga berpesan pada Dinkes agar ditahap awal ini, pelayanan di RS Pratama disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki dengan mempertimbangkan tenaga medis yang tersedia. Diakuinya, dalam kondisi sekarang, tentu tak mungkin bisa memberikan pelayanan yang memuaskan.

“Jangan sampai ada orang yang belum berpengalaman, lalu ngobat orang sembarangan. Hanya karena kita ingin cepat-cepat. Pelayanan terbaik itu harus dikedepankan. Mungkin tak semua unit di RS Pratama bisa dibuka. Yang belum terlalu dibutuhkan, mungkin akan ditunda,” ujarnya.

Menurut Panji, Desa Batu Buil merupakan kawasan yang akan terus berkembang. Tingkat pelayanan kesehatan tentu akan ikut meningkat ke depannya. Di masa mendatang, kata dia, tak lagi ada kesan RS Pratama ini berada di tengah hutan.

“Mungkin sekarang seperti itu kesannya. Tapi beberapa tahun ke depan, RS Pratama ini akan berada di tengah-tengah kota,” pungkasnya. (eko/lha)