Tablig Akbar PITI di Melawi

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 55

Tablig Akbar PITI di Melawi
TABLIG AKBAR - PITI Melawi menghadirkan dai keturunan Tionghoa asal Jember, Oie Cin Hai dalam Tablig Akbar di Sayan. Oie Cin Hai mengingatkan, agar sesama Islam jangan sampai terpecah belah.
NANGA PINOH, SP – Namanya mungkin tak setenar Felix Siaw, ustaz keturunan Tionghoa di Indonesia yang eksis di media sosial maupun Youtube. Namun, tausiah yang disampaikan Oie Cin Hai, seorang dai asal Jember, Jawa Timur ini tak kalah menarik. Tak jarang, para jamaah yang hadir tertawa tergelak mendengar guyonannya.

Ustaz Oie Cin Hai memang diundang khusus oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabupaten Melawi untuk mengisi ceramah tablig akbar yang digelar di Sayan, Jumat (12/4) lalu. 

Kehadiran pria dengan perawakan mirip dengan Ahok ini cukup membuat antusias jamaah yang hadir dalam tablig akbar tersebut terbilang tinggi.

“Ini pengalaman pertama saya di Melawi. Pertama kali di daerah yang listriknya hanya menyala malam, jauh dari kota dan juga sinyal hilang. Tapi alhamdulillah, jamaahnya bisa seramai ini di tengah cuaca yang begitu panas. Semua berharap syafaat Nabi Muhammad saw,” katanya saat memulai tausiahnya.

Oie Cin Hai pun mengingatkan agar sesama Islam jangan sampai terpecah belah. Karena umat Islam adalah saudara. Islam, menurutnya, tak memandang lagi suku dan ras. Tidak ada Islam China, Islam Jawa atau Islam Melayu.

“Karenanya, jangan sampai perbedaan pilihan politik, beda pilih caleg, beda pilihan presiden sampai memecah belah umat. Pilihan boleh beda, tapi harus tetap kita ikuti, Laa Ilaha Illallah,” ujarnya.

Pemilu, lanjutnya, menjadi upaya membangun demokrasi, sembari membangun ukhuwah Islamiah. Islam juga, kata ustaz, yang menjadi pengurus PITI Jember ini tak bisa dihancurkan dan tak bisa disalahkan.

“Yang bisa dihancurkan dan disalahkan adalah umatnya. Jadi orang Islam jangan setengah-setengah, jangan nanggung. Jadilah Islam yang mantap,” katanya.

Oie Cin Hai juga mengisahkan sejumlah tokoh China yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, seperti Laksamana Cheng Ho. Berkeliling ke sejumlah pulau di nusantara, Cheng Ho juga aktif berdakwah. Sementara di masa perang kemerdekaan, dalam pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945 juga melibatkan berbagai etnis di sana.

“Karenanya jangan lagi ada perdebatan soal suku, karena agama sebenarnya sudah tak lagi memandang suku,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, Ustaz Oie Cin Hai juga mengingatkan perintah salat yang diturunkan Allah langsung kepada Rasulullah. Salat wajib lima waktu yang kini harus dijalankan umat Islam setiap harinya.

“Salat inilah yang menjadi pembeda antara umat Islam dan non-Islam sebenarnya,” pesannya. (eko/lha)

Jalin Ukhuwah dan Silaturahmi

Sementara itu, Ketua PITI Melawi, Suparmin mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Isra Mikraj di Sayan.

“Selain mendatangkan ustaz dari Jember, kami juga mengundang Ketua PITI Kalbar, Muhammad Nur. Kegiatan ini digelar bersama PITI dan masyarakat serta umat Islam di Sayan,” katanya.

Suparmin yang juga memiliki nama Tionghoa Liem Khok Min mengatakan, peringatan Isra Mikraj serta Wisata Hati ini diharapkan memberikan penyegaran iman pada umat muslim yang ada di Melawi. Sehingga, memperkuat rasa keimanan dan ketakwaan serta terjalinnya ukhuwah dan silaturahmi.

Dalam acara tersebut turut hadir Bupati melawi Periode 2010-2015, Firman Muntaco bersama istri, Pimpinan Bank Kalbar, Kapolsek Sayan, Kepala KUA Sayan,dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. (eko/lha)