Kebutuhan Tenaga Kesehatan Meningkat

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 80

Kebutuhan Tenaga Kesehatan Meningkat
Ist
NANGA PINOH, SP – Dinas Kesehatan kembali akan membangun sejumlah fasilitas kesehatan pada tahun ini. Tiga puskesmas yang akan menjadi persiapan puskesmas pratama serta satu unit Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) diwacanakan dibangun menggunakan dana DAK Kesehatan.

“Tahun ini, Dinkes dapat empat bangunan megah lagi, yakni Puskesmas Nanga Pinoh, Puskesmas Persiapan Pratama di Kota Baru serta Ella Hilir, serta bangunan Labkesda. Semuanya bernilai belasan miliar,” terang Kepala Dinkes Melawi, Ahmad Jawahir, belum lama ini.

Ahmad menuturkan, Melawi terbilang mendapat keistimewan terkait dengan seringnya mendapatkan bantuan fisik dari Kementerian Kesehatan. Karenanya, ia berharap dukungan dari seluruh masyarakat agar keberadaan fasilitas kesehatan baru nantinya bisa semakin meningkatan pelayanan kesehatan.

“Untuk lahan masih akan dipersiapkan. Namun tentunya posisinya tidak sama dengan bangunan puskesmas yang sudah ada sekarang. Seperti di Kota Baru, nantinya lokasi Puskesmas yang akan dibangun berada di seberang puskesmas Kota Baru yang sudah ada,” ujarnya.

Dengan keberadaan bangunan puskesmas baru, ditambah dengan status puskesmas di sebelas kecamatan yang sudah naik menjadi puskesmas rawat inap, Ahmad mengakui, kebutuhan tenaga kesehatan akan semakin meningkat ke depannya.

“Penambahan tenaga kesehatan ini mutlak harus dilakukan karena bantuan yang luar biasa ini akan percuma kalau tidak diimbangi dengan ketersediaan tenaga kesehatan yang mumpuni,” katanya.

Bangunan dengan anggaran miliaran rupiah tersebut, kata Ahmad, tentunya tak akan berfungsi bila tidak ada tenaga kesehatan yang ada. Karena jumlah pegawai yang ada masih terbatas, ia berharap adanya opsi menambah petugas kesehatan, salah satunya melalui jalur tenaga kontrak daerah. (eko/lha)

Berharap Tak Alami Kendala Pengadaan Lahan 

Bupati Melawi, Panji mengatakan, dengan pendirian puskesmas  prapratama di tiga kecamatan harus mendapat dukungan semua pihak utamanya menyangkut lokasi.

Menurutnya, bentuk dukungan bermacam-macam, mulai dari legalitas sampai yang terpenting adalah masalah harga lahan.

“Kita berharap harga murah, sebagai bentuk sumbangan dari masyarakat. Karena kalau terlalu tinggi harganya, kemampuan keuangan kita terbatas dan juga melebihi standar appraisal. Saya pun tak mau beli kalau lebih dari standar appraisal,” ujarnya.

Panji berharap, terkait pengadaan lahan untuk tiga bangunan tersebut tidak mengalami kendala. Saat ini, untuk wilayah Nanga Pinoh, pihaknya sudah mulai mengecek sejumlah alternatif  lahan untuk bangunan tersebut.

“Nanti kita lihat juga ukurannya berapa kali berapa, apakah sesuai dengan kebutuhan puskesmas tersebut berapa,” pungkasnya. (eko/lha)