Hasil Lelang Jabatan Tunggu Rekomendasi KASN

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 89

Hasil Lelang Jabatan Tunggu Rekomendasi KASN
MENYEMATKAN - Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono, menyematkan tanda peserta pada sejumlah pejabat yang mengikuti lelang jabatan untuk mengisi enam kursi kepala dinas maupun badan, beberapa waktu lalu.
NANGA PINOH, SP – Proses Seleksi Pengisian Jabatan Pejabat Tinggi Pratama atau lelang jabatan oleh Pemkab Melawi sudah sampai pada tahapan pengumuman tiga besar pejabat di tiap formasi yang akan diisi. Saat ini, tinggal menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), sebelum kemudian bupati menetapkan kepala OPD terpilih.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Melawi, Paulus menerangkan, tahapan seleksi atau lelang jabatan untuk di tingkat Pemkab Melawi tinggal menunggu hasil rekomendasi dari KASN.

“Rekomendasi ini terkait dengan apakah proses lelang jabatan tersebut sudah benar. Kalau sudah benar, maka KASN nantinya mempersilakan kepala daerah untuk menetapkan siapa pejabat yang akan terpilih dalam tiap formasi yang dilelang,” terangnya.

Paulus memaparkan, proses lelang jabatan untuk enam formasi kepala OPD, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Arsip dan Perpustakaan, Satpol PP, Sekretaris DPRD serta Dinas Pangan dan Perkebunan sudah berjalan sesuai dengan mekanisme. 

Tiga pejabat yang mendapatkan nilai terbaik di tiap formasi ini kemudian diusulkan ke KASN oleh Bupati Melawi.

“Untuk kemudian memperoleh rekomendasi dari KASN. Hanya KASN ini tidak dalam hal memilih siapa yang akan duduk. Bupati yang menentukan siapa yang akan menjadi kepala dinas atau OPD,” tuturnya.

Untuk mendapatkan rekomendasi KASN, Paulus mengungkapkan, seluruh dokumen dalam proses lelang jabatan, termasuk hasil atau nilai seleksi di tiap tahapan disampaikan ke KASN. Pengiriman dilakukan melalui aplikasi.

“Nantinya juga, KASN akan menyampaikan rekomendasi melalui email serta juga dikirim dokumen fisiknya,” katanya.

Terkait pejabat yang masuk dalam tiga besar di enam formasi yang dilelang, Paulus menyebutkan ada sebelas nama yang masuk. Dipaparkannya, ada beberapa pejabat eselon III yang menjadi peserta lelang yang masuk dalam tiga besar di dua formasi.

“Nah, bupati punya pertimbangan sendiri dalam memilih siapa dari tiga besar ini yang akan dipilih menjadi kepala OPD. Bisa jadi yang nomor urut satu, tapi juga tak menutup kemungkinan yang peringkat di bawahnya. Karena ini kewenangan beliau,” jelasnya. (eko/lha)

Dilakukan Transparan dan Terbuka

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Melawi, Iif Usfayadi mengatakan, terkait dengan pelelangan jabatan yang akan dilakukan oleh Pemkab Melawi untuk mengisi jabatan yang kosong, DPRD berharap pembukaan tersebut dilakukan secara transparan dan terbuka.

“Kita ingin dalam proses lelang nanti, tidak ada yang ditutup-tutupi, namun semuanya dilakukan secara transparan dan terbuka oleh Pemkab Melawi. Termasuk mungkin hasil tes juga diumumkan,” ungkapnya.

Dikatakan Iif, karena penempatan pejabat tersebut dilakukan melalui proses lelang jabatan, pihaknya ingin pejabat yang lolos nanti benar-benar orang yang memiliki kemampuan untuk mengelola lembaga yang dipimpinya.

“Karena itu, dalam proses lelang jabatan yang akan dilakukan Pemkab nanti, lihat background pendidikan pejabat yang mengikuti lelang jabatan tersebut. Utamakan dasar ilmu yang sesuai dengan jabatan yang akan diambilnya,” pesannya. (eko/lha)