Pemkab Melawi Sediakan 1.530 Paket Sembako

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 37

Pemkab Melawi Sediakan 1.530 Paket Sembako
DISERBU WARGA - Pasar murah yang digelar Pemkab Melawi diserbu warga yang sebagian besar adalah ibu-ibu. Pasar murah ini menyediakan paket beras serta paket sembako berupa gula pasir, minyak goreng hingga sirup.
NANGA PINOH, SP – Pemkab Melawi menggelar pasar murah di halaman eks Kantor Bupati Melawi, Selasa (14/5) pagi. Ratusan warga pun terlihat memadati tempat digelarnya pasar murah yang menyediakan dua jenis paket sembako.

Kabag Ekonomi dan Pembangunan Setda Melawi, Alfian memaparkan, dalam pasar murah dijual dua macam paket. paket pertama berupa gula pasir dua kilogram, minyak goreng dua liter, sirup sebotol, dan susu dua kaleng. Warga cukup menebus paket ini dengan harga Rp50 ribu saja.

“Kemudian paket kedua berupa beras dengan kemasan lima kilogram yang harganya Rp30 ribu,” terangnya.

Pemda, kata Alfian, menyiapkan paket satu sebanyak 1.530 paket. Sedangkan beras, disediakan sebanyak 1.300 paket. Menurutnya, khusus beras, merupakan bantuan dari pihak ketiga, termasuk di antaranya perbankan, CU serta sejumlah perusahaan lainnya di Melawi.

“Sedangkan untuk paket satu yang berisi gula dan minyak goreng dianggarkan dari APBD Melawi,” jelasnya.

Alfian menerangkan, harga murah ini bisa didapat warga karena selisih harga barang dengan harga pasar disubsidi oleh pemerintah. Warga pun harus terlebih dahulu mendapatkan kupon untuk bisa mendapatkan paket sembako murah.

“Tak pakai kupon tidak dilayani. Pakai kupon saja kita masih kewalahan,” ujarnya.

Dalam pasar murah ini, PT Pertamina juga ikut serta menggelar operasi pasar berupa elpiji tiga kilogram dengan harga Rp17 ribu per tabung. Operasi pasar rutin ini dilakukan untuk membantu warga mendapatkan gas melon lebih murah.

Di tempat yang sama, Bupati Melawi, Panji mengatakan pasar murah yang digelar jajarannya merupakan tradisi tahunan. Keberadaan pasar murah ini diharapkan bisa mewarnai puasa dan menyambut Lebaran.

“Kita memberikan satu kesempatan, agar semua pihak bisa ambil bagian dengan adanya pasar murah. Ada partisipasi pemerintah semampu pemerintah. Ada juga partisipasi badan usaha baik BUMD maupun BUMN, swasta, dan perbankan,” ujarnya.

Keterlibatan berbagai pihak bersama pemerintah, kata Panji, ikut memberikan subsidi dan berpartisipasi dalam pasar murah. Sehingga, harga yang standar bisa diturunkan.

“Kita akui bahwa ini semua tentu tidak akan cukup. Tapi kita berupaya ambil bagian partisipasi. Sesuai dengan apa yang bisa kita buat untuk mewarnai dan menambah hikmah dalam ibadah puasa. Ada kebersamaan di sini dan saling perhatian. Bagaimana keluarga kurang mampu ikut gembira, ikut senang menjalankan ibadah puasa dan hari raya. Ini yang ingin kita ciptakan,” pungkasnya. (eko/lha)
 
Rebutan Kupon

Perlu perjuangan keras bagi warga untuk bisa mendapatkan kupon paket sembako mengingat tingginya animo masyarakat untuk berbelanja di pasar murah. Salah seorang ibu rumah tangga, Widya mengungkapkan, dirinya beruntung bisa mendapat kupon.

“Barang yang dijual memang lebih murah ketimbang di pasar. Hanya, kita susah dapat kuponnya tadi. Itu pun setelah berebut dengan ibu-ibu lainnya,” katanya.

Widya pun berharap, pasar murah ini bisa kembali digelar, paling tidak sepekan menjelang Lebaran. Tentunya, komoditas barang yang dijual juga bisa lebih bervariasi. Misalnya, bahan-bahan untuk membuat kue Lebaran.

“Lumayanlah, bisa membantu meringankan beban rumah tangga. Apalagi sekarang harga kebutuhan pokok juga mahal,” ucapnya.

Namun, tak sedikit warga yang akhirnya pulang dengan tangan kosong. Beberapa di antaranya tak kebagian kupon dan memilih pulang. (eko/lha)