Polres Imbau Truk Barang Tak Parkir Sembarangan

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 79

Polres Imbau Truk Barang Tak Parkir Sembarangan
BERIKAN IMBAUAN - Personel Satbinmas Polres Melawi memberikan imbauan dalam kegiatan Penerangan Keliling dengan sasaran pengendara kendaraan di sepanjang pasar dan persimpangan tugu juang untuk tertib lalu lintas dan tak memarkirkan kendaraannya sembarang
NANGA PINOH, SP – Wilayah Pasar Nanga Pinoh menjadi titik yang kerap mengalami kemacetan, terutama menjelang hari raya seperti IdulfItri. Banyaknya kendaraan yang terparkir sembarangan di badan jalan membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

Personel Polres Melawi dari Satbinmas pun memberikan imbauan pada pengendara, terutama pada kendaraan roda empat dan roda enam untuk tidak memarkirkan kendaraannya sembarangan saat melakukan bongkar muat barang.

"Apabila sedang membongkar muatan ataupun menaikkan barang-barang ke dalam truk, carilah tempat yang aman dan selalu memperhatikan kondisi jalan maupun kendaraan serta mementingkan keselamatan bersama," jelas KBO Satbinmas Polres Melawi, Ipda Sopian bersama anggotanya.

Imbauan Satbinmas Polres Melawi ini sendiri digelar di persimpangan lampu merah Tugu Juang serta jalan-jalan dalam Pasar Nanga Pinoh. Mengingat, areal ini kerap dipadati kendaraan roda dua hingga truk angkutan barang di saat jam-jam sibuk.

“Kami berharap dengan diberikannya imbauan tentang peraturan lalu lintas, para pengendara kendaraan bermotor maupun sopir kendaraan roda empat dan enam dapat selalu mematuhi peraturan dan menaati rambu-rambu lalu lintas saat berkendara,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana mengungkapkan, Penerangan Keliling (Penling) yang dilakukan Satbinmas menjadi bagian kerja sama antarsatker untuk menciptakan kamseltibcar lantas, secara khusus pada Bulan Suci Ramadan 1440 H tahun 2019 ini.

“Tentunya kamseltibcar lantas menjadi fokus bersama, apalagi sebentar lagi kita akan melaksanakan Lebaran, arus kenderaan pastinya akan sangat padat di arah Pasar Nanga Pinoh dan akan menyebabkan kemacetan,” ujarnya.

Aang menerangkan, rekayasa lalu lintas dirancang oleh Satlantas dan tentunya kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat harus sudah dibentuk mulai saat ini. 

Kegiatan serupa dari Satlantas sendiri rutin melaksanakan Public Address kepada masyarakat khususnya para pengguna jalan raya. (eko/lha) 

Mengganggu Pengendara Lain

Sebelumnya, warga Nanga Pinoh, Markus, mengeluhkan banyaknya kendaraan besar yang menggunakan badan jalan  sebagai lokasi parkir kendaraan roda empat. Hal ini dapat dilihat para ruas Jalan Cempaka dan Garuda.  

Menurutnya, jika dibiarkan terus-menerus, hal ini tentu menggangu pengendara lainya. Padahal, jalan tersebut sudah tersedia batas dua arah. 

"Posisi ruko memang sangat dekat dengan badan jalan, sehingga tidak menyisakan lahan kosong untuk parkir. Seperti yang terlihat di depan salah satu toko bangunan dan toko pakaian yang berada di Jalan Garuda," keluhnya. 

Ia pun meminta perhatian bagi pejabat berwenang untuk mengatur posisi parkir mobil di pinggir jalan lingkungan pasar, baik pasar darat maupun pasar pantai karena mengganggu lalu lintas. Apalagi truk maupun kendaraan roda empat yang terparkir akan memakan badan jalan.

"Saya merasa terganggu dengan keberadaan parkir kendaraan dan mobil tersebut. Karena posisi parkir mobil pengunjung memakan satu ruas badan jalan dari dua ruas jalan tersebut " ungkapnya. (eko/lha)