Kamis, 19 September 2019


Masjid Mangkrak Akibat Persoalan Hukum

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 144
Masjid Mangkrak Akibat Persoalan Hukum

MENINJAU - Bupati Panji bersama Wagub Kalbar, Ria Norsan meninjau pembangunan Masjid Agung Melawi yang saat ini masih mangkrak.

NANGA PINOH, SP – Sempat berjalan hingga beberapa tahun lalu, kini pembangunan Masjid Agung Melawi mangkrak. Masjid yang sudah menelan anggaran belasan miliaran pun belum diketahui kapan akan kembali dilanjutkan, hingga muncul wacana Pemkab Melawi mengambil alih pembangunannya.

Ketua Panitia pembangunan Masjid Agung, Abang Tajudin, menjelaskan sejumlah alasan yang membuat pembangunan masjid yang diperkirakan membutuhkan dana hingga Rp70 miliar itu terhenti saat ini. Salah satunya, terkait persoalan hukum terkait penggunaan dana pembangunan masjid tersebut.

“Panitia sebenarnya siap melaksanakan pembangunan masjid Agung. Hanya karena masih dicekoki dengan status sebagai terlapor (pembangunan masjid disebut dalam penyelidikan polisi) dan terus diperiksa hingga gonta-ganti penyidik. Akhirnya, kami memutuskan untuk memending pembangunan tersebut sampai clear  terkait proses pemeriksaan,” ungkapnya.

Tajudin yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Melawi, memaparkan persoalan kasus ini harus terlebih dahulu diklarifikasi agar tak memunculkan kesalahtafsiran serta tak menimbulkan persoalan di kemudian hari. 

Soal wacana dari Pemda untuk mengambil alih pembangunan masjid tersebut, ia pun akan memberikan dukungan.

“Hanya, kami berharap pembangunan ini jangan setengah-setengah. Harus mampu diselesaikan secara menyeluruh. Walaupun mungkin dengan bertahap,” katanya.

Tajudin berharap, pembangunan masjid Agung itu tidak terlalu lama. Sehingga dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, sudah bisa digunakan oleh umat muslim Melawi. Terkait kasus hukum yang menjerat, Tajudin menerangkan, pihaknya masih menunggu hasil audit dari lembaga terkait.

“Kasus hukumnya juga sudah lama. Sudah dua tahun ini bolak-balik. Katanya ada tim khusus lagi dari BPK yang akan memeriksa ulang berkaitan dengan kondisi fisik serta administrasi Masjid Agung,” tuturnya.

Sebelumnya, kata Tajudin, sudah pernah ada tim dari Untan yang dipakai tim penyidik, hanya hasilnya juga belum diketahui seperti apa. Kemungkinan proses audit dari tim sebelumnya, belum maksimal digunakan oleh penyidik untuk mencari proses status berikutnya, hingga rencana adanya tim baru dari BPK bersama tim khusus yang dibentuk oleh penyidik kepolisian.

“Ya, kita sekarang juga masih menunggu soal audit. Mereka juga belum turun ke lapangan, karena kalau turun, mestinya melibatkan panitia serta yayasan untuk bersama kita memverifikasi kegiatan proyek masjid di lapangan,” jelasnya. (eko/lha)

Berencana Lanjutkan Pembangunan

Rencana untuk melanjutkan pembangunan ini disampaikan langsung Bupati Melawi, Panji, saat menggelar Safari Ramadan di Kecamatan Pinoh Utara, belum lama ini. Wacana ini muncul mengingat tidak adanya kelanjutan pembangunan masjid tersebut akhir-akhir ini.

“Saya sudah mengajak Pak Wagub untuk melihat Masjid Agung saat kunjungannya beberapa waktu lalu. Saya melihat sudah lama tidak ada lanjutan pembangunannya,” ujarnya.

Panji pun melontarkan wacana, bila memang belum ada perencanaan ke depan, dirinya berkeinginan untuk mencari arsitek baru untuk melanjutkan pembangunan Masjid Agung. Tentunya, dengan membuat perencanaan yang baru.

“Perencanaan ini lebih sebagai bayangan bagi kita berapa biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan masjid Agung, walau nantinya akan dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Dengan kondisi Masjid Agung saat ini, Panji merasa hal tersebut menjadi tanggung jawab semua pihak. Ia sendiri berharap, agar nantinya bangunan tempat ibadah umat muslim ini bisa diselesaikan dengan baik.

“Saya sendiri tidak janji, tapi saya punya niat. Kalau memang bangunan masjid ini tidak selesai, maka saya akan ambil alih. Kita harus bersama-sama mendukung pembangunan masjid ini,” katanya. (eko/lha)