Kamis, 19 September 2019


BPOM Uji Penganan di Pasar Kuliner

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 86
BPOM Uji Penganan di Pasar Kuliner

UJI SAMPEL - Pengawasan BPOM Pontianak pada makanan takjil yang dijual di Pasar Kuliner Nanga Pinoh. Dari hasil pengujian diketahui panganan ini bebas bahan kimia berbahaya.

NANGA PINOH, SP – Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman hingga kosmetik di sejumlah titik di kota Nanga Pinoh, Senin (27/5). 

Pengujian makanan dan minuman digelar di Pasar Kuliner yang banyak menjajakan takjil atau makanan untuk berbuka puasa.

Didampingi Satpol PP, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Melawi, Dinas Perhubungan serta Dinas Kesehatan, BPOM berkeliling ke sejumlah kedai penjual takjil. Mereka mengambil sejumlah sampel kue, gorengan hingga minuman yang dijual para pedagang untuk diuji.

“Ini adalah pengawasan rutin dari BPOM. Kegiatannya yakni pengawasan juadah Ramadan. Kami gelar di seluruh kabupaten/kota, kebetulan tinggal Melawi dan Sintang yang terakhir,” kata Dia Purnawati dari BPOM Pontianak.

Dia mengungkapkan, ada 32 sampel makanan dan minuman yang diuji dalam pengawasan oleh BPOM. Sampel yang diambil, berupa sejumlah penganan yang dicurigai mengandung empat bahan kimia berbahaya seperti Boraks, Formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow, yang merupakan jenis pewarna tekstil berbahaya bila digunakan pada makanan.

“Dari hasil pengujian kami, seluruh sampel ini negatif dari bahan-bahan kimia berbahaya,” jelasnya.

Dia menuturkan, jajanan yang akan dikonsumsi masyarakat, tentunya harus sehat dan terbebas dari bahaya fisik, kimia, dan mikrobiologis. Bahaya fisik artinya tak tercampur kerikil maupun berbagai benda asing, kemudian bahaya kimia, yakni penggunaan berbagai zat kimia dalam makanan.

“Sedangkan mikobilogis, berarti bahan makanan tersebut harus steril, dan penyajiannya juga harus bersih dan tertutup,” paparnya.

Selain pengawasan pada panganan takjil, dia juga mengungkapkan BPOM sudah melakukan pengawasan terhadap kosmetik dan obat-obat tradisional pada sejumlah toko dan retail di Nanga Pinoh. Dari pengawasan tersebut diketahui ada beberapa produk yang dijual tanpa izin edar serta kedaluwarsa.

“Tindaklanjut dari ini, yakni produk tersebut diamankan dan dimusnahkan oleh pemilik,” katanya. (eko/lha)

Bersyukur Jajanan Aman

Di tempat yang sama, Kabid Perdagangan, Diskumdag Melawi, Suaidi, mengaku bersyukur dari hasil pengujian dari BPOM Pontianak yang tidak mendapati adanya bahan bahan kimia berbahaya pada jajanan takjil yang dijual pedagang di Pasar Kuliner.

“Karena, kandungan kimia pada makanan sangat membahayakan kesehatan bagi konsumen. Kita juga beruntung karena BPOM bisa datang langsung melakukan pengecekan terhadap kandungan makanan yang dijual pada bulan Ramadan,” katanya.

Suaidi pun tetap meminta masyarakat waspada dalam mengonsumsi makanan yang dijual di berbagai tempat. Terutama kemungkinan adanya makanan kedaluwarsa atau berkategori tak sehat. (eko/lha)