BPN Kejar Target Lima Ribu Persil PTSL

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 84

BPN Kejar Target Lima Ribu Persil PTSL
Ilustrasi
NANGA PINOH, SP – Badan Pertanahan Nasional (BPN) menargetkan penerbitan lima ribu persil lahan bersertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada 2019 ini. 

Program unggulan Presiden Jokowi ini diharapkan memperkuat secara hukum kepemilikan tanah bagi masyarakat.

Kepala BPN Melawi, Leo Latumena, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/5) mengungkapkan, untuk PTSL instansinya mendapat target hingga lima ribu persil.

Saat ini, program PTSL difokuskan pada sejumlah desa di dua kecamatan, yakni Nanga Pinoh dan Pinoh Utara.

“Yang banyak di kecamatan Pinoh Utara, meliputi Desa Sungai Raya, Tekelak, Tanjung Arak, Merah Arai, Melawi Kiri Hilir, dan Kompas Raya. Sedangkan untuk Nanga Pinoh meliputi Desa Kenual,” terangnya.

Leo juga mengungkapkan, selain melalui program PTSL, sertifikasi lahan masyarakat juga melalui redistribusi lahan. Pada 2019 ini, ditargetkan ada delapan ribu bidang lahan yang akan disertifikasi dengan pola redistribusi lahan.

“Sasarannya juga tersebar di sejumlah kecamatan. Mulai dari Belimbing, Sayan, Belimbing Hulu, dan Ella hilir,” paparnya.

Diakui Leo, ada banyak persoalan sehingga terkadang sertifikasi lahan di lapangan mengalami kendala. Mulai dari persoalan batas desa yang  belum genah, hingga masalah lahan masyarakat masuk dalam kawasan hutan.

“Masalah batas desa ini banyak baru muncul setelah masuk program sertifikasi lahan,” ungkapnya.

Masalah lain, lanjut Leo, yakni terkait jarak tempuh sejumlah desa yang memang berada cukup jauh dari ibu kota. Belum lagi lahan masyarakat berada di area yang sulit dijangkau petugas ukur. 

Namun, lanjutnya, demi mengejar target sertifikasi lahan sesuai yang telah diberikan, pihaknya kini jemput bola ke lapangan.

“Kita lakukan sosialisasi di lapangan, kemudian juga melakukan pengujian lapangan sampai penyuluhan. Sembari kita mengumpulkan data-data yuridis pemilik tanah,” katanya.

Untuk desa-desa lain yang saat ini belum mendapat jatah program PTSL maupun Redistribusi Lahan, Leo berharap kepala desa setempat bisa menyampaikan usulan ke BPN, paling tidak minimal ada 50 bidang lahan yang akan disertifikasi. Ia pun meyakini, program ini masih akan terus berlanjut pada tahun mendatang.

“Khusus PTSL, ini kan syaratnya tidak terlalu rumit. Yang penting ada bukti kepemilikan lahan dan tidak ada sengketa. Kalau ada sengketa lahan, harus terlebih dahulu diselesaikan,” pesannya.

Pada 2018 lalu, Leo mengungkapkan, BPN Melawi berhasil menyelesaikan sertifikasi 6.850 bidang melalui program PTSL. Sedangkan untuk Redistribusi Lahan dari target 4.750 sertifikat, hanya tercapai 4.516 bidang. (eko/lha)