Satu Sopir Melawi Positif Ampetamine

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 86

Satu Sopir Melawi Positif Ampetamine
TES URINE - Pengecekan urine para sopir dan kondektur bus angkutan umum yang dilakukan Polres Melawi. Satu sopir diketahui positif mengandung ampethamin dan metapetamin.
NANGA PINOH, SP – Sejumlah kegiatan digelar jajaran Polres Melawi bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Melawi di Terminal Bus Sidomulyo Nanga Pinoh, kemarin sore. 

Kegiatan yang menjadi bagian dari Operasi Ketupat 2019 dimulai dengan pengecekan fisik armada bus, pemeriksaan kesehatan pada penumpang hingga tes urine bagi sopir dan kondektur armada bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang akan berangkat ke Pontianak.

Seluruh sopir dari berbagai armada bus ini pun diperiksa dan dilakukan tes urine. Hasilnya, diketahui satu sopir positif mengandung zat Amphetamine serta Metaphetamin. Pelaksanaan tes urine ini sendiri dilakukan bersama Polres Melawi dengan Rehabilitas Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Juang.

Wakapolres Melawi, Kompol Jajang, yang memantau langsung proses tes urine sopir dan kondektur tersebut menerangkan, kegiatan yang dilaksanakan jajarannya masih dalam bagian Operasi Ketupat Kapuas 2019 yang difokuskan di Terminal Bus Sidomulyo Nanga Pinoh. Dalam kegiatan ini, dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang serta tes urine bagi sopir dan kondektur.

"Ada 12 bus yang berangkat malam ini. Jadi total sopir dan kondektur yang diperiksa mencapai 24 orang. Dari hasil tes urine, didapati satu sopir salah satu bus Pinoh-Pontianak dinyatakan positif Amphetamine dan Methapetamine," katanya.

Jajang menegaskan, sopir ini pun dilarang untuk mengendarai bus dan armada tersebut tidak akan diberangkatkan bila tidak ada sopir cadangan. Karena menurutnya, keselamatan penumpang lebih utama. Kalau terjadi apa-apa dalam perjalanan, siapa yang akan bertanggung jawab.

"Kita juga akan melakukan asesmen, pendalaman pada sopir yang positif ini. Kita akan bekerja sama dengan RBM, hasilnya bagaimana. Apakah nanti direhab atau kalau memang barang bukti lanjutan, akan dilakukan penyidikan. Kita koordinasi dengan pihak BNNK," terangnya.

Sementara ini, lanjut Jajang, pihahknya belum bisa memastikan apakah sopir tersebut diduga menggunakan narkoba atau obat-obat terlarang, karena belum ada pendalaman. Jajarannya akan berkoordinasi dengan RBM dan Resnarkoba untuk memeriksa sopir yang diketahui berinisial GHW ini.

Kabag Ops Polres Melawi, AKP Dedy Siregar, dalam kesempatan tersebut pun meminta agar seluruh sopir yang mengendarai bus mestinya juga bisa menjaga kesehatan diri dan tentunya jangan sampai menggunakan obat-obatan terlarang.

"Kalau tak bisa jaga keselamatan diri, bagaimana mau jaga keselamatan penumpang. Kita ini kan maunya selamat sampai tujuan semuanya. Tujuan mudik tentu untuk bisa bertemu dengan sanak keluarga," ujarnya. (eko/lha)

Jamin Keselamatan Penumpang

Terkait pengecekan armada bus, Kasatlantas Polres Melawi, AKP Aang Permana menerangkan, pengecekan dilakukan dengan melihat langsung kondisi fisik bus.

Pemeriksaan meliputi kelengkapan SIM, STNK, dan uji KIR. Sementara pengecekan fisik meliputi kondisi rem, hand rem, wiper, kaca, lampu hingga kondisi ban.

"Tujuan pengecekan ini, agar bisa menjamin keselamatan penumpang. Karena dari faktor kendaraan ini sangat berpengaruh dalam perjalanan arus mudik 2019. Apalagi ada penambahan bus dari sejumlah armada," katanya.

Aang melanjutkan, dari pengecekan tersebut, didapati satu bus di mana kondisi bannya sudah aus alias gundul. Ia pun meminta sopir bus tersebut mengganti ban karena dianggap sudah tak layak lagi untuk digunakan.

"Kita langsung minta ganti di tempat. Kalau tidak diganti, armada harus menunda keberangkatannya. Ini demi keselamatan penumpang dan juga armada bus tersebut," ujarnya.

Polres Melawi, lanjut Aang, juga menyiapkan pelayanan pada penumpang yang akan berangkat mudik untuk memeriksakan kesehatannya secara gratis. 

Menurutnya, semua ini dilakukan untuk memastikan arus mudik Lebaran 2019 dapat berjalan lancar dan aman. Pemeriksaan kesehatan ini melibatkan petugas dari Puskesmas Nanga Pinoh. (eko/lha)