Empat Orang Meninggal karena Lakalantas hingga Juni

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 97

Empat Orang Meninggal karena Lakalantas hingga Juni
MENIMBUN LUBANG - Salah satu upaya Satlantas Polres Melawi menekan terjadinya kecelakaan di jalan raya yakni dengan melakukan penimbunan lubang yang bisa membahayakan pengguna jalan. Ist
NANGA PINOH, SP – Sebanyak empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Melawi sepanjang 2019 hingga Juni. Berbagai faktor penyebab kecelakaan, mulai dari tingkat kesadaran pengendara hingga kondisi infrastruktur jalan menjadi salah satu penyebabnya.

Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana, Senin (17/1) mengungkapkan, sepanjang 2019 ada enam kasus kecelakaan yang tercatat dengan total korban meninggal empat orang.

“Lakalantas yang terjadi sepanjang 2019 ini meliputi kasus lakalantas yang terjadi di daerah Batu Buil dua kasus, di Jalan Protokol Nanga Pinoh satu kasus, Jalan Koridor PT Erna satu kasus, dan yang terakhir lakalantas di Jalan Provinsi Nanga Pinoh-Kota Baru di kawasan Bukit Lintang dua kasus,” paparnya.

Disampaikan Aang, dari keseluruhan peristiwa lakalantas tersebut, melibatkan kendaraan roda dua delapan unit, kendaraan roda empat penumpang satu unit, kendaraan roda empat angkutan barang dua unit, dan kendaraan bis satu unit. Total kerugian sebesar Rp13 juta.

“Kita tentu tak berharap kejadian lakalantas ini terjadi, apalagi sampai memakan korban jiwa. Imbauan dan pesan-pesan keselamatan terus kita sampaikan. Agar masyarakat dan pengguna jalan berhati-hati serta mematuhi aturan lalu lintas,” katanya.

Aang pun menyampaikan apresiasinya, baik kepada personel maupun kepada masyarakat dan stakeholder terkait yang telah berperan masing-masing, terutama para pengemudi yang mulai paham terhadap arti keselamatan dalam berlalu lintas.

“Ini dampak positif dari berbagai kegiatan yang kita gelar. Di mana keselamatan berkendara harus dibangun dari diri pribadi. Dan sosialisasi kita bahkan tak hanya menyasar pada orang dewasa, tapi juga anak-anak,” tuturnya.

Khusus Operasi Ketupat Kapuas 2019, Aang mengungkapkan, jajarannya tetap melakukan prioritas penindakan seperti tidak menggunakan helm, lawan arus dan menyerobos lampu merah sebanyak 16 kasus dan penindakan teguran 176 kasus. (eko/lha)