Minggu, 22 September 2019


Penerima PKH Kerap Tak Tepat Sasaran

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 476
Penerima PKH Kerap Tak Tepat Sasaran

PENERIMA BANTUAN - Antrean penerima PKH yang akan menarik dana di ATM mandiri Nanga Pinoh, beberapa waktu lalu. Ist

NANGA PINOH, SP - Program Keluarga Harapan (PKH) terus berjalan hingga saat ini. Walau memberikan banyak dampak positif, utamanya bagi keluarga tak mampu, tak jarang muncul keluhan karena banyak warga yang jauh lebih miskin justru tak mendapat bantuan PKH.

Koordinator Laskar Anti Korupsi (LAKI) Wilayah Timur Kalbar, Abang Damsyik mengatakan, dirinya kerap menerima laporan warga yang sebenarnya tergolong mampu, tapi malah mendapat dana PKH dari pemerintah pusat.

"Sedangkan yang lebih miskin, yang harusnya dapat, justru malah nggak dapat," katanya, belum lama ini.

Pria yang sering disapa Unggal Badong ini menuturkan, seharusnya PKH diperuntukkan bagi warga tak mampu untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. 

"Tapi di lapangan, terindikasi masih ada warga yang tergolong mampu juga menerima program tersebut,” tuturnya.

Kepala BPS Kabupaten Melawi, Sugeng Junedi, pun mengklarifikasi terkait sumber daya penyaluran PKH yang kerap disebut berasal dari data BPS. Ia menjelaskan BPS hanya menyajikan data secara umum, bukan langsung by name.

"Sumber daya untuk penentuan siapa yang menerima PKH, termasuk raskin atau sekarang disebut Rastra (Beras Keluarga Sejahtera) berasal dari TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan). Data yang bersumber dari BPS ini disampaikan ke lembaga ini untuk kemudian dilakukan pemutakhiran data," ujarnya.

Sugeng menegaskan, BPS tak punya kewenangan untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapat bantuan dari pemerintah, baik menentukan penerima PKH maupun dalam program lainnya. Lembaga TNP2K inilah yang mengolah data dan menentukan siapa yang bisa menerima bantuan sesuai dengan parameter yang telah dibuat.

"Sehingga tak semua yang miskin bisa dapat PKH dan tak semua penerima PKH juga bisa dapat raskin. Ada indikator yang memang ditetapkan lembaga tersebut," ujarnya.

Soal penerima bantuan, Sugeng menyebutkan sebenarnya, data ini dilakukan update oleh Kemensos. Dan lagi, update data tidak dilakukan oleh BPS.

"Sehingga jumlah penerima program bisa saja bertambah atau berkurang, tergantung kemampuan dana pemerintah," jelasnya. (eko/lha)

Jumlah Dana Bisa Berkurang

Dana PKH yang diterima tiap satu kepala keluarga tidak menentu setiap tahunnya. Mengingat, PKH bukan seperti bantuan langsung tunai yang ditentukan besaran per bulan.

"PKH ini bukan semata-mata untuk masyarakat miskin saja, tapi dilihat dalam keluarga ini ada tidak ibu hamil, anak sekolah, dan lain lain," kata Koordinator Penyalur  PKH  Kecamatan Pinoh Utara, Candra Paska. 

Candra mengatakan, bila anak dalam satu keluarga ini sudah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA, maka bisa saja keluarga tersebut tak lagi mendapat PKH. Termasuk juga bila ekonomi keluarga tersebut semakin membaik.

"PKH ini kan bantuan tunai bersyarat. Setiap pencairan juga dikumpulkan KK penerima. Sekarang, penyaluran PKH juga dilakukan secara online, seperti di Pinoh Utara. Jadi penerima PKH ambil langsung ke bank atau ATM," pungkasnya. (eko/lha)