Kamis, 12 Desember 2019


Satpol PP Jaring Dua Pasangan Tanpa Ikatan di Hotel

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 328
Satpol PP Jaring Dua Pasangan Tanpa Ikatan di Hotel

MENYISIR - Razia gabungan Satpol PP dan aparat Polisi serta TNI menyasar sejumlah tempat penginapan, hotel, dan kos-kosan. Ist

NANGA PINOH, SP – Satpol PP bersama Polsek Nanga Pinoh dan Subdenpom Melawi menggelar razia gabungan, Rabu (17/7) malam. 

Sasaran operasi penyakit masyarakat (pekat) berhasil menjaring sejumlah pasangan tanpa ikatan di kamar indekos hingga hotel.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Melawi, Herinimus, ditemui di Kantor Satpol PP Melawi menerangkan, razia yang digelar jajarannya merupakan tindak lanjut dari operasi serupa yang digelar sebelum Idulfitri beberapa waktu lalu.

“Jadi, kita ingin mendata pendatang baru yang kebetulan masuk ke Melawi. Ini jadi bentuk antisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Secara total ada 48 personel gabungan yang ikut turun dalam razia tersebut. Herinimus mengungkapkan, tim dibagi dalam dua regu dengan sasaran sejumlah hotel, penginapan serta beberapa indekos.

“Kami bergerak sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB,” ucapnya.

Herinimus melanjutkan, sasaran operasi pekat ini adalah pendatang atau orang yang dicurigai membawa obat-obatan terlarang. Termasuk pula peredaran miras, perjudian hingga antisipasi tindak asusila.

“Nah, dari razia semalam didapati adanya dua pasangan tanpa ikatan pernikahan di salah satu hotel serta kos-kosan di Desa Kenual, Dusun Lingkar Bandara,” paparnya.

Selain pasangan tanpa ikatan perkawinan, tim gabungan juga mendapati satu warga tanpa identitas atau KTP. Lima orang yang terjaring kemudian dibawa ke kantor Satpol PP. Mereka kemudian diminta untuk membuat surat pernyataan di atas materai untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Kita bina mereka agar di kemudian hari mereka tak lagi terjaring karena tak membawa KTP atau berduaan tanpa ikatan. Kita belum terapkan tipiring (tindak pidana ringan) karena memang sifatnya masih pembinaan,” ujarnya.

Pelaksanaan razia ini, kata Herinimus, menjadi bagian dari penegakan Perda Ketertiban Umum Nomor 6 Tahun 2008. Harapannya agar masyarakat semakin sadar untuk merubah paradigma yang tidak baik di lingkungan tempat tinggalnya. (eko/lha)