Stand Up Comedy Jadi Ajang Kampanye Antinarkoba

Melawi

Editor elgiants Dibaca : 67

Stand Up Comedy Jadi Ajang Kampanye Antinarkoba
PENAMPILAN - Salah seorang peserta stand up comedy yang digelar dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Nanga Pinoh, Sabtu (20/7).
NANGA PINOH, SP – Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang (Narkoba) semakin merambah di berbagai kalangan. Orang tua, anak muda hingga berbagai profesi, termasuk aparat penegak hukum bahkan bisa menjadi korbannya. 

Karena itu, kampanye antinarkoba terus digalakkan, salah satunya melalui lomba stand up comedy serta slogan yang digelar oleh berbagai organisasi dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional (HANI).

Sejumlah kaum muda di Nanga Pinoh ikut ambil bagian dalam lomba yang digelar di Kafe Omel, Nanga Pinoh, Sabtu (20/7) lalu. Inisiator kegiatan, yakni Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Juang bersama Gerakan Indonesia Anti Narkoba (GIAN) serta berbagai organisasi dan lembaga lainnya.

“Tujuan peringatan HANI ini adalah karena maraknya pengguna narkoba di Melawi. Bahkan banyak kaum muda yang menjadi korban, padahal notabene mereka seharusnya tahu bagaimana bahaya dampak penyalahgunaan narkotika,” kata Marumi, Ketua Panitia Peringatan HANI di Melawi.

Marumi yang juga menjadi ketua RBM Kota Juang menilai, penyebaran narkoba bisa dikatakan terus meningkat. Tingkat pengguna juga terindikasi terus bertambah. Mengingat, banyak para pencandu yang masuk untuk rehabilitasi di RBM.

“Panti kita tak hanya menerima pasien dari Melawi, tapi juga dari seluruh kabupaten di Kalbar. Paling banyak berasal dari Sintang. Bahkan kita juga pernah menerima pencandu dari luar Kalimantan,” terangnya.

Dengan kegiatan seperti ini, kata Marumi, bisa membantu untuk memberikan pengertian pada anak-anak muda, khususnya di Melawi sehingga bisa memahami bahaya narkotika.

“Dan mereka tak lagi terjerumus menjadi korban narkotika,” harapnya.

Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin, dalam Peringatan HANI di Melawi menyebut Narkoba sudah dianggap sebagai extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa. Karena itu, penanganan narkoba tak lagi ditangani satuan reskrim biasa, tapi sudah dibentuk satuan khusus narkoba di tingkat Mabes hingga Polres.  Bahkan ada institusi khusus seperti BNN yang memang dibentuk khusus untuk memerangi narkoba.

“Karena kejahatan narkoba sudah luar biasa. Merambah kaum milenial itu sudah pasti. Pejabat, pemuda, orang biasa, hingga TNI dan Polri juga sudah masuk,” katanya.

Karena itu, lanjut Fadlin, perlu ada upaya lain untuk menanggulangi peredaran narkoba. Tak cukup hanya dari upaya pencegahan dan penindakan. Lantaran itu pula, dirinya mengapresiasi peringatan HANI yang diisi dengan sejumlah kegiatan.

“Dari kegiatan ini, perlu untuk mempengaruhi psikologis masyarakat bahwa narkoba harus diperangi. Karena sekarang sudah banyak pemakluman bagi pengguna narkoba. Bahkan terlihat menjadi sebuah hal yang biasa. Ini kalau dianggap biasa, akan berbahaya bagi kita. Kalau ketangkap, ya tinggal direhab,” ujarnya.

Ia pun mendukung kegiatan ini. Tentu harapannya Melawi bisa lepas dari Narkoba. Baik masyarakat, terkhusus kaum milenial.

Dalam kegiatan ini juga turut dihadiri Ketua Panti Rehabilitasi Provinsi Kalbar, serta testimoni dari mantan pecandu narkoba.  (eko/lha)
 
Melawi Zona Rawan

Bupati Melawi, Panji, yang hadir dalam kegiatan Peringatan HANI mengingatkan, Melawi sudah masuk dalam zona rawan sebagai daerah peredaran narkoba. Karena itu, ia menilai upaya memberantas narkoba tak bisa dilakukan separuh hati.

“Perlu kerja sama yang baik semua pihak. Tak bisa hanya kita terlihat bekerja semata. Karena narkoba bisa menghancurkan dan merusak bangsa dan negara. Menghancurkan bangsa yang besar itu dianggap mudah, cukup dengan merusak generasi mudanya,” ujarnya.

Panji pun menilai, penggunaan narkoba yang disebut memberikan nikmat sesaat tak lebih dari sebuah tipuan semata. Benda haram ini padahal merusak manusia. Merugikan diri sendiri serta orang lain.

“Jangan sampai adik-adik terjebak atau jatuh dengan mengkonsumsi narkoba. Mari kita sepakat dan kerja keras menyikapi ini. Benteng utama adalah keimanan dan ketakwaan pada tiap manusia,” pesannya. (eko/lha)