Kamis, 19 September 2019


Jembatan Melawi II Ditargetkan Tuntas 2020

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 119
Jembatan Melawi II Ditargetkan Tuntas 2020

MENINJAU - Bupati Melawi, Panji bersama Kadis PUPR meninjau pelaksanaan pembangunan struktur Jembatan Melawi II, di Nanga Pinoh, Rabu (7/8).

NANGA PINOH, SP – Pembangunan lanjutan Jembatan Melawi II sudah mulai berjalan tahun ini. Jembatan yang bakal menghubungkan Nanga Pinoh dengan Kecamatan Pinoh Utara itu pun, ditargetkan tuntas pada tahun depan.

Hal ini ditegaskan Bupati Melawi, Panji, saat meninjau lokasi pembangunan Jembatan Melawi II di Nanga Pinoh, Rabu (7/8) bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta perwakilan pelaksana.

“Pembangunan Jembatan Melawi II termasuk Jembatan Sungai Pinoh II dan Belimbing sudah dikaji dan pemerintah sudah menyiapkan untuk membangun struktur tahun ini,” katanya.

Panji mengatakan, pembangunan tiga jembatan ini merupakan hal yang sangat strategis dan juga kepentingan secara ekonomi sudah dikaji. Selain itu, studi serta survei kelayakan jembatan tersebut sudah dilakukan.

“Maka dengan segala kemampuan yang kita miliki, sudah kita anggarkan untuk menyelesaikan strukturnya. Ada penambahan struktur, ada penambahan fender. Ada juga peninggian abutment. Jadi, kita tidak mau asal buat,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Panji, pekerjaan pembangunan struktur tiga jembatan rangka baja sudah dimulai. Termasuk peninggian abutment Jembatan Melawi II yang sedang berjalan. Berikutnya, tiang pondasi di tengah sungai akan juga akan dikerjakan.

“Pagu untuk pembangunan struktur, khusus Jembatan Melawi II ini mencapai Rp21 miliar lebih,” ucapnya.

Tak cuma struktur, khusus Jembatan Melawi II, kata Panji, sebenarnya juga sudah dianggarkan untuk mobilisasi rangka baja. Hal ini mengingat adanya wacana rangka baja Jembatan Melawi II diusulkan untuk dibantu dari Pemerintah Pusat. Nota dari kementerian pun dikatakan sudah turun.

“Hanya kata staf PU, yang sudah kita minta melacak posisi rencana bantuan rangka ini lewat APBN, memang nota menteri sudah ada. Hanya dimasukkan dalam APBN 2020. Tidak menutup kemungkinan, bisa diangkut rangka ini baru bisa dilakukan pada 2021,” ungkapnya.

Panji sendiri tak menginginkan bila sampai tahun depan tidak ada kejelasan dan kepastian soal bantuan rangka baja tersebut. Mengingat proses untuk merealisasikannya bisa bermacam-macam.

“Karena itu, saya memutuskan untuk Jembatan Melawi II lewat APBD murni 2020, kita biayai sendiri. Pemasangan dan angkutan rangka. Jadi tahun depan mulai dari pengadaan rangka baja, mobilisasi, sampai pemasangan kita yakin mampu,” katanya.

Panji menegaskan, menyelesaikan jembatan Melawi II menjadi skala prioritas di masa kepemimpinannya. Karena itu, ia menegaskan pemerintah harus berani untuk menyelesaikan jembatan tersebut.

“Kita harus berani bahwa bangunan ini harus jadi. Tidak hanya bisa memulai, tapi tidak bisa mengakhirinya atau tidak tuntas,” tuturnya.

Ia melanjutkan, dengan rencana tersebut, nantinya bantuan rangka baja dari pusat akan diarahkan untuk Jembatan Pinoh II serta Jembatan Belimbing di Nanga Kebrak. 

Bantuan rangka ini, kata Panji, tetap sangat diharapkan dan diurus oleh Pemkab Melawi. Hanya penempatannya tak lagi di Jembatan Melawi II, tapi pada dua lokasi jembatan lainnya.

“Usulan kita kemarin sebenarnya untuk tiga jembatan ini. Tapi bila nantinya bantuan rangka datang, bisa dialihkan untuk dua jembatan lainnya, karena itu juga belum keluar dari usulan sebenarnya. Saya hanya menyanggupi untuk memastikan Melawi II dulu. Biar tak muluk-muluk, kita selesaikan dulu ini. Pengadaan rangka Jembatan Melawi II kita pastikan 2020,” paparnya.

Panji menegaskan, pelaksanaan pekerjaan jembatan Melawi II khusus struktur harus selesai tahun ini. Walau dengan berbagai alternatif rencana. Sehingga tahun depan, jembatan bisa tuntas dikerjakan.

“Saya yakin, ini selesai tahun ini. Karenanya saya berkunjung ke sini. Kita juga bertemu dengan pihak pelaksana dan saya minta ada alternatif-alternatif, mengingat saat ini musim kemarau,” katanya. (eko/lha)

Lanjutkan Pembangunan

Kepala Dinas PUPR Melawi, Makarius Horong mengatakan, pekerjaan struktur khusus Jembatan Melawi melanjutkan beberapa pembangunan yang tuntas, seperti tiang fender serta penambahan tiang pilar.

“Tiang fender lama kita bongkar dan nanti akan dibangun yang baru. Tentunya lebih kuat dari yang ada sekarang. Kemudian tiang pilar yang ada, kita tambah lagi untuk kanan dan kiri. Untuk abutment yang sudah berdiri, juga akan dilakukan peninggian,” katanya.

Horong menerangkan, peninggian pilar dilakukan sebagai antisipasi bila Sungai Melawi mengalami pasang, sehingga lalu lintas angkutan sungai tetap berjalan lancar. Proses pembangunan ini sendiri memang sedikit terkendala dengan cuaca kemarau yang membuat air surut dengan drastis.

“Sehingga mau tak mau, nanti harus menggunakan ponton untuk pekerjaan tiang pilar yang berada di tengah sungai. Kalaupun tak bisa, harus menggunakan perancah,” paparnya.

Penyelesaian struktur tiga jembatan baja serta mobilisasi rangka pada APBD 2019 dianggarkan sebesar Rp43,68 miliar. Untuk proyek pembangunan struktur, khusus Jembatan Melawi dimenangkan PT Marga Mulya dengan nilai kontrak Rp21,09 miliar. (eko/lha)