Rabu, 16 Oktober 2019


Nasdem Raih Kursi DPRD Terbanyak

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 899
Nasdem Raih Kursi DPRD Terbanyak

PENETAPAN - Pleno Penetapan Perolehan Kursi Parpol serta Calon Terpilih DPRD Melawi oleh KPU Melawi, di Aula Emaus, Sabtu (10/8).

NANGA PINOH, SP – KPU Melawi akhirnya menggelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi Parpol dan Calon Terpilih Anggota DPRD Melawi, di Aula Emaus, Sabtu (10/8). 

Penetapan dilakukan setelah pada 7 Agustus lalu, MK mengeluarkan putusan terkait gugatan sengketa pemilu untuk tingkat DPRD Melawi.

Pleno ini dihadiri perwakilan parpol, Bawaslu hingga sejumlah tamu undangan. Polres Melawi juga turut mengamankan jalannya pleno dengan mengerahkan sejumlah anggotanya.

Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo dalam pleno tersebut mengatakan, KPU baru melakukan penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih setelah MK mengeluarkan amar putusannya.

“Sesuai dengan edaran KPU RI, di mana penetapan calon terpilih dilakukan maksimal lima hari setelah diputuskan oleh KPU. Jadi, tidak ada kesan KPU tergesa-gesa. Tapi kita menjalankan regulasi pengambil kebijakan di tingkat nasional,” katanya.

Dalam pleno tersebut juga ditetapkan Partai Nasdem meraih kursi terbanyak dalam DPRD Melawi dengan total enam kursi, disusul Partai Amanat Nasional (PAN) dengan empat kursi, serta Golkar yang juga meraih empat kursi. Tiga partai ini pun berhak atas unsur pimpinan DPRD Melawi.

Berikutnya, PDI Perjuangan meraih empat kursi, Gerindra meraih empat kursi, PPP mendapat dua kursi, partai baru Perindo meraih dua kursi, dan untuk PKS, Hanura, PKB serta Demokrat, masing-masing meraih satu kursi.

Usai menetapkan perolehan kursi serta calon terpilih DPRD Melawi, KPU Melawi, kata Dedi, akan menyampaikan usulan berkas pelantikan mengingat masa jabatan DPRD Melawi Periode 2014-2019 akan berakhir pada 8 September mendatang.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Pemda, serta Sekretariat DPRD untuk pelantikan direncanakan digelar pada 9 September. Kewenangan untuk mempersiapkan pelantikan ini nantinya dari Sekretariat DPRD,” ujarnya.

Dikatakan Dedi, KPU Melawi hanya menyampaikan berkas-berkas calon terpilih DPRD Melawi kepada Gubernur Kalbar melalui Bupati Melawi. Penyampaian usulan ini sesuai dengan rapat bersama KPU dan Pemda, paling tidak sudah dilakukan sepuluh hari sebelum berakhirnya masa jabatan anggota DPRD periode 2014-2019.

“Artinya, sebelum pelantikan sudah masuk berkas ke Pemda sehingga bisa dicek kembali siapa tahu ada kekurangan. Sesegera mungkin akan kita sampaikan ke Bupati Melawi,” jelasnya.

30 Anggota DPRD terpilih, terang Dedi, juga sudah seluruhnya melengkapi berkas usulan. Termasuk untuk Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) sudah lengkap seluruhnya.

“Karena, KPU bisa tidak mengusulkan caleg terpilih jika tidak ada atau belum mendapatkan tanda terima penyampaian LHKPN. Untuk Melawi, sudah melengkapi seluruhnya. Walaupun sebenarnya batas peyampaian LHKPN ini maksimal tujuh hari setelah penetapan,” paparnya.

Dari penetapan resmi KPU Melawi, Partai Nasdem pun meraih kursi terbanyak dengan menempatkan enam wakilnya di DPRD Melawi. (eko/lha)

Belum Usulkan Calon Ketua

Ketua DPD Partai Nasdem, Panji, sampai sekarang belum menyebutkan siapa yang akan diusulkan menjadi Ketua DPRD Melawi mendatang. 

Ia menjelaskan, berdasarkan peraturan organisasi, bahwa DPD Nasdem mengusulkan tiga nama sebagai ketua DPRD melalui rapat pleno DPD dengan kriteria masing – masing calon, di antaranya, perolehan suara terbanyak, pendidikan, pengalaman di partai, dan pengalaman di masyarakat serta sejumlah kriteria pendukung lainnya.

“Selanjutnya diserahkan ke DPP melalui DPW. Sampai di DPW, apabila DPW memandang perlu calon ditambah, maka DPD boleh menambah dua calon lagi menjadi lima calon yang diusulkan,” katanya.

Panji sendiri tak mengungkap siapa saja kader partainya yang diusulkan sebagai calon Ketua DPRD. Hanya ia mengatakan, soal kemampuan menjadi pimpinan DPRD, selama yang bersangkutan mau belajar, mau kerja keras dan mendalami tugas dan pokok sebagai wakil rakyat, mengikuti atau menjalankan aturan yang ada pasti bisa menjalankan amanat tersebut.

“Yang jelas setelah kita calonkan, sejauh mana saya dilibatkan kembali setelah dikirim berkas calon, apakah DPP masih melibatkan saya atau tidak untuk memutuskan satu nama calon, kita tunggu saja arahan dari DPP,” tandasnya. (eko/lha)