Kamis, 19 September 2019


Bukit Matok Membara Sepanjang Malam

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 202
Bukit Matok Membara Sepanjang Malam

ASAP TEBAL - Kebakaran di area Bukit Matok, Desa Pemuar, Kecamatan Belimbing. Upaya pemadaman dilakukan lewat darat dan udara. Diketahui, Bukit Matok terbakar hebat sejak Minggu (11/8) siang. Ist

NANGA PINOH, SP – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Melawi semakin menjadi-jadi dalam sepekan terakhir. Lahan kosong, kebun warga, hingga kawasan perbukitan menjadi arang akibat dilalap si jago merah. 

Salah satunya adalah Bukit Matok yang berada di Desa Pemuar, Kecamatan Belimbing yang juga terbakar hebat sejak Minggu (11/8) siang.
 
Kabag Ops Polres Melawi, AKP Dedy F Siregar mengungkapkan, kebakaran di area Bukit Matok terjadi sejak Minggu (11/8) siang. Api baru bisa dipadamkan pada Senin (12/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kita meminta bantuan dari BPBD Provinsi untuk mengirimkan heli agar bisa memadamkan api di sekitar Bukit Matok dengan water bombing. Akhirnya, api baru dapat dipadamkan setelah upaya pemadaman lewat udara,” katanya.

Dedy memaparkan, kesulitan memadamkan api, terutama di area perbukitan adalah tingginya resiko bagi petugas serta tidak adanya sumber air. Karenanya, petugas dan aparat gabungan sebatas melakukan pemantauan di lokasi serta upaya evakuasi warga sekitar.

“Pemadaman lebih efektif menggunakan helikopter. Ada dua kali sortie pemadaman oleh Satgas Udara. Sortie pertama sebanyak 23 kali water bombing dan sortie kedua sebanyak 14 kali water bombing,” jelasnya.

Luas area yang terbakar di bukit yang kerap menjadi tujuan wisata para pendaki ini, menurut Dedy, setidaknya mencapai 20 hektare. Kebakaran ini tidak berada dalam satu titik, namun berada pada sejumlah spot.

“Pemadaman dari udara juga dibantu dengan pemadaman oleh satgas darat melibatkan Polres Melawi, Polsek Belimbing, Koramil Belimbing, Manggala Agni Daops Sintang, BPBD, PT SDK serta Damkar BSPBK Nanga Pinoh, dan juga masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Melawi, Syafaruddin saat meninjau lokasi kebakaran di Bukit Matok mengatakan, upaya pemadaman memang sulit dilakukan oleh satgas darat. Oleh karena itu, pemadaman menunggu dari helikopter yang akan melakukan water bombing. 

Terkait tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan di Melawi, Syafar mengatakan, sebenarnya jajarannya sudah berupaya melakukan sosialisasi pada masyarakat.

“Kita minta sebenarnya bila akan membakar lahan sebaiknya memberitahu petugas. Hanya untuk kasus seperti di Bukit Matok ini, kita juga tidak mengetahui siapa yang melakukan pembakaran lahan,” katanya.

Kasus kebakaran lahan sejauh ini terjadi di sejumlah titik. Syafaruddin mengungkapkan, pada Minggu (11/8) kemarin setidaknya ada 29 hotspot di Melawi dari total 1.051 hotspot di Kalbar.

“Ratusan hektare lahan terbakar. Yang parah kemarin di Ella pada tanggal 5 Agustus dan 7 Agustus, di mana lebih dari 100 hektare yang terbakar. Sebagian besar lahan dan kebun masyarakat. Kalau perusahaan di sana yang dilaporkan hanya seluas dua hektare, milik PT SMS,” terangnya. (eko/lha)

Selidiki Sumber Api

Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin, sendiri turun langsung memantau sejumlah lokasi karhutla, termasuk di area Bukit Matok hingga kebakaran lahan di Kecamatan Pinoh Selatan, tepatnya pada area PT Lahan Cakrawala yang terbakar seluas 10 hektare.

Ditemui sejumlah wartawan, Fadlin menilai, saat ini musim kemarau sedang dalam puncaknya.  Karena itu, Polres Melawi sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya menanggulangi karhutla, baik secara preemtif, preventif hingga represif.

“Mohon pada masyarakat, pada musim kemarau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Imbauan sudah kita sebarkan baik lisan maupun tulisan. Ini demi kelestarian wilayah kita sendiri,” katanya.

Fadlin mengatakan, jajarannya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap sumber api, termasuk juga kejadian kebakaran beberapa hari lalu di wilayah Kecamatan Ella Hilir serta sejumlah kecamatan lainnya. Mengingat, ada beberapa lahan perkebunan yang turut terbakar.

Dalam Apel Kesiapan pelaksanaan tugas Operasi Bina Karuna di Halaman Mapolres Melawi, Senin (12/8) pagi, Kapolres AKBP Ahmad Fadlin juga menegaskan jajarannya tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas pada pelaku karhutla.

“Ingat, tindakan pembakaran hutan dan lahan, selain merupakan tindakan pidana, juga sangat merugikan lingkungan, kesehatan dan ekonomi,” katanya. (eko/lha)