Kamis, 19 September 2019


Puluhan Hektare Lahan Sawit PT RKA Terbakar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 207
Puluhan Hektare Lahan Sawit PT RKA Terbakar

UPAYA PEMADAMAN - Petugas gabungan Polres, TNI dan Manggala Agni memadamkan Api di lahan PT RKA. Ist

NANGA PINOH, SP - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda area perkebunan sawit milik PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA). Hingga Rabu (20/8) sore, petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Manggala Agni hingga dari perusahaan berupaya memadamkan api yang telah menghanguskan puluhan hektare kebun sawit hingga lahan kosong ini.

Dipimpin oleh Kabag Ops, AKP Dedy F. Siregar, Satgas Gabungan  ini mendatangi lokasi dan melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di Area PT RKA. 

Ada beberapa titik yang terbakar, yakni areal lahan plasma tahun tanam 2010-2013 yang berada di Dusun Tapang Ria, Desa Tengkajau, Kecamatan Pinoh Utara. Tim juga memadamkan api di lokasi kedua di Dusun Kancing, Desa Sepan Tonak, Kecamatan Belimbing, di mana secara keseluruhan lahan yang terbakar mencapai 60 hektare.
 
Dedy memaparkan, sebenarnya sudah beberapa tahun yang lalu PT Rafi vakum (tidak ada aktivitas kerja). Namun dengan terbakar lahannya, jajarannya tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
 
“Apakah ini ada unsur kesengajaan atau kelalaian dan sebagainya dari pihak perusahaan, Kita akan tindak tegas. Intinya dicari dulu penyebab pasti kebakarannya dengan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” ungkapnya.
 
Langkah tim di lapangan, terang Dedy, selain melakukan penyiraman di area yang terbakar, petugas juga melakukan penyekatan blok yang terbakar agar api tidak merambat ke tempat lain mengunakan excavator. Peralatan yang digunakan dalam memadamkan lahan yang terbakar, yaitu mesin Robin enam unit, peralatan pemadam Manggala Angi tiga unit, excavator satu unit, mobil tangki dua unit, dan mesin Robin Polres Melawi satu unit.
 
“Semua upaya telah dilakukan, sampai-sampai semua sumber air terdekat dengan lokasi sudah kering dipakai untuk menyirami lahan yang terbakar ini," keluhnya.

Dilanjutkan Dedy,  masalah kesehatan anggota yang turun ke lapangan juga menjadi perhatian jajarannya. Karena walau menggunakan masker, namun mata tetap terasa pedas terkena asap. 

"Ini memang sangat-sangat tidak sehat untuk kami, namun apa boleh buat. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua, untuk melindungi dan mencegah terbakarnya alam kita ini,” katanya.
 
Dedy pun mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat baik itu perorangan ataupun korporasi, jangan sampai dengan sengaja membakar lahan, karena jika terbukti melanggar siap – siap dijerat sanksi pidana berat. (eko/lha)