Sabtu, 21 September 2019


488 Tilang Diberikan dalam Sepekan Operasi Patuh

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 274
488 Tilang Diberikan dalam Sepekan Operasi Patuh

DITILANG - Sejumlah pengendara yang terjaring Operasi Patuh diberikan surat tilang. Ist

NANGA PINOH, SP - Operasi Patuh Kapuas 2019 sudah berjalan selama sepekan. Dalam kurun waktu tersebut, Polres Melawi sudah memberikan 488 tindakan langsung (tilang) pada pengendara yang melanggar.

Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana ditemui Kamis (5/9) mengungkapkan, dalam pelaksanaan Operasi Patuh jajarannya melakukan 488 tilang dan 132 teguran pada pengendara kendaraan bermotor.

"Pelanggaran tidak menggunakan helm SNI paling mendominasi dengan total 208 tilang. Kemudian pengendara di bawah umur dengan 112 tilang serta melawan arus dengan 110 tilang," terangnya.

Aang melanjutkan, sejumlah pelanggaran lainnya yang juga diberikan tilang di antaranya terkait kelengkapan berkendara, seperti spion serta penggunaan knalpot racing. Termasuk juga motor yang menggunakan lampu Strobo ikut ditindak.

"Kenapa ditilang karena penggunaan lampu Strobo yang tidak sesuai aturan, bisa membahayakan pengendara. Kita minta pemilik kendaraan bermotor tak melakukan modifikasi berlebihan yang bisa membahayakan orang lain atau juga dirinya," katanya.

Sementara dari tingkat profesi pengendara yang terkena tilang masih didominasi pekerja swasta dengan total 365 orang, pelajar dengan 152 orang serta PNS 32 orang. Pelajar, kata Aang, banyak dikenakan tilang karena membawa kendaraan sendiri, padahal belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) karena belum cukup umur. 

"Kasus ini sering kita dapati setiap harinya. Mereka nekat bawa motor sendiri ke sekolah. Bahkan walau sebenarnya sudah dilarang oleh pihak sekolah untuk membawa motor. Sehingga mereka kemudian parkir di badan jalan atau di halaman rumah orang," ujarnya.

Hal seperti ini, lanjut Aang, tentunya bisa membahayakan pengendara lainnya , apalagi bila kendaraan pelajar tersebut menimbulkan penyempitan jalan. Belum lagi risiko terjadinya curanmor.

"Kami harapkan semua pihak peduli, baik orang tua, serta sekolah agar tidak mengizinkan anak membawa motor. Jangan sampai nantinya menjadi korban laka lantas," katanya.

Secara keseluruhan, lanjut Aang, ada peningkatan jumlah pelanggaran dalam sepekan Operasi Patuh tahun 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatannya meningkat hingga 30 persen. 

"Tujuan operasi ini untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya serta mengurangi pelanggaran lalu lintas. Kita juga mendorong agar kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalulintas semakin meningkat," ujarnya. (eko/lha)