Rabu, 20 November 2019


MENYADIK SIM, Program Baru Satlantas Polres Melawi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 85
MENYADIK SIM, Program Baru Satlantas Polres Melawi

MELUNCURKAN PROGRAM - Satlantas Polres Melawi meluncurkan program MENYADIK SIM yang bertujuan memberikan pemahaman pada pemohon SIM tentang teori dan praktik uji SIM. Ist

Sebuah inovasi baru dibuat Satuan Lalu Lintas Polres Melawi. Program yang diberi nama MENYADIK SIM, mendorong para pemohon yang akan membuat SIM memahami teori dan praktIk berkendara, baik roda dua maupun roda empat.

Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana, saat peluncuran program tersebut di Satpas SIM, Rabu (11/9) mengatakan, MENYADIK SIM diharapkan ikut membantu pemahaman pemohon SIM soal berkendara yang benar sesuai dengan aturan lalu lintas.

“Tujuan pertama agar para pemohon SIM mendapat pembelajaran dan latihan dalam menghadapi uji teori dan uji praktek baik R2 maupun R4” jelasnya.

Kemudian, lanjut Aang, agar para pemohon SIM dalam berkendara di jalan raya dapat menaati peraturan lalu lintas sehingga meminimalisasi angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

“Hal ini penting, agar pemegang SIM memang benar-benar layak dan dianggap memahami cara berkendara yang benar,” ujarnya.

Inovasi MENYADIK SIM, menurut Aang, berisikan gambaran tentang pengetahuan lalu lintas baik  secara teori maupun secara praktek sebelum menghadapi ujian SIM.

Diharapkan dengan program tersebut, dapat menjawab keluhan masyarakat tentang begitu sulitnya menghadapi uji teori dan praktik serta menjadikan pemohon SIM yang berkeselamatan.

“Waktu pelaksanaan program MENYADIK SIM dilaksanakan setelah selesai jam pelayanan satpas dari Senin sampai dengan Kamis, pada 15.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB dan pada hari Jumat pukul  16.00  sampai pukul 17.00 wib,” katanya.

Aang menambahkan, tidak ada kriteria atau persyaratan khusus dalam program MENYADIK SIM. Bagi siapa pun, baik pria, wanita, muda atau tua, semua yang ingin belajar akan diberikan kesempatan.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” pesannya. (eko susilo/shella)