Minggu, 20 Oktober 2019


Panji Ikut Daftar ke PDIP

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 85
Panji Ikut Daftar ke PDIP

MENYERAHKAN BERKAS - Ketua Nasdem yang juga kini menjabat Bupati Petahana, Panji, menyerahkan berkas pendaftaran ke PDI Perjuangan Melawi. Panji berharap ia tetap kembali diusung oleh PDIP di Pilkada tahun depan.

NANGA PINOH, SP – Penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dibuka PDI Perjuangan Melawi benar-benar laris manis. 

Setidaknya terlihat dari begitu banyaknya tokoh politik mulai dari mantan bupati, anggota dan mantan anggota DPRD, sampai bupati dan wakil bupati petahana yang masih menjabat ikut mendaftar agar bisa meraih restu DPP.

Rabu (18/9), giliran Panji yang mendaftar ke PDIP. Ratusan massa pendukung ikut mengantarnya menyerahkan berkas ke sekretariat PDIP. Panji juga didampingi anggota DPRD serta fungsionaris partai Nasdem.

Panji yang diberikan kesempatan menyampaikan sambutan, menyatakan dirinya tetap merasa sebagai kader bangsa yang telah diperjuangkan PDIP. Dirinya merasa peran sebagai politisi tidak lepas dari campur tangan PDIP.

“Saya tetap mempercayakan diri saya untuk dinilai, dianalisa, dan dikaji. Semoga rekomendasinya dari DPP bisa diberikan ke kita,” katanya.

Dikatakan Panji, apa yang telah ia perbuat sebagai bupati selama ini, tentunya sudah dimonitor oleh PDIP. Ia pun berharap, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi keluarga besar PDIP.

“Juga diberikan kesempatan untuk meneruskan dan melanjutkan beberapa program yang belum terselesaikan di periode ini. Semoga PDIP semangatnya bisa memberikan sesuatu yang terbaik bagi bangsa dan daerah,” harapnya.

Panji pun tak menutup kemungkinan untuk kembali maju bersama PDIP, seperti saat partai tersebut mengusung dirinya bersama Dadi Sunarya di Pilkada 2015. Saat itu juga, Kluisen yang menjadi Ketua Tim Pemenangan. Bahkan mungkin juga nantinya maju bersama-sama sebagai satu pasangan calon.

“Karena secara pribadi, kami tak pernah ada persoalan termasuk hubungan sebagai bagian pemerintah daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Melawi, Kluisen mengungkapkan, sejak penjaringan dibuka mulai 2 September hingga 18 September, sudah ada tujuh orang yang mengambil formulir.

“Enam sudah kembalikan, satu masih kita tunggu sore ini. Kami PDIP menerima secara terbuka. Karena penentuan bakal calon tergantung DPP. Di sana melihat hasil survei. Kami hanya memproses dan menerima,” katanya.

Kluisen mengatakan, mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati wajib memiliki enam kursi DPRD. Sementara PDIP baru memiliki empat kursi, sehingga masih perlu tambahan dua kursi lagi untuk bisa mengusung calon.

Hingga Rabu sore, tujuh bakal calon yang mendaftar, yakni Panji, Dadi Sunarya, Firman Muntaco, mantan anggota DPRD, Mulyadi, plus tokoh muda Brama. Dua lagi merupakan kader internal PDIP, yakni Kluisen dan Malin. (eko/lha)
 
Belum Bicarakan Wakil

Nasdem pun belum menentukan siapa yang akan diusung untuk mendampingi Panji dalam Pilkada 2020 mendatang. 

Sekretaris DPD Nasdem Melawi, Sabilil Muhtadin mengungkapkan sampai sekarang, dari internal partainya belum ada pembahasan soal figur mana yang akan menjadi calon wakil bupati untuk berpasangan dengan petahana, Panji.

“Pembahasan wakil atau pendamping mungkin baru dilakukan setelah dilakukan komunikasi dengan berbagai partai,” ujarnya.

Sejumlah nama pun sempat digadang-gadang akan menjadi calon pendamping Panji dalam Pilkada 2020 mendatang. Apalagi melihat adanya potensi pecah kongsi, mengingat wakil bupati Melawi saat ini, Dadi Sunarya juga sudah memulai langkah untuk ikut maju bertarung sebagai calon bupati.

Terkait hal tersebut, Sabilil menilai, hal itu muncul sebagai opini yang berkembang di tengah masyarakat. Nasdem sendiri memang belum membuka pendaftaran untuk calon kepala daerah yang diusung. Nama-nama ini tetap akan menjadi kajian bagi Nasdem ke depan.

“Kita kemungkinan akan melakukan survei di internal untuk melihat siapa yang layak nantinya untuk mendampingi beliau (Panji). Kalau sekarang, komunikasi dengan partai lain kan masih dibangun. Artinya, terbuka untuk membangun koalisi, walau Nasdem memiliki potensi untuk mengusung sendiri pasangan calonnya,” pungkasnya. (eko/lha)