Senin, 14 Oktober 2019


Hujan Sudah Turun Asap Masih Pekat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 80
Hujan Sudah Turun Asap Masih Pekat

PEKAT BERKURANG - Kabut Asap yang masih terlihat di dalam Kota Nanga Pinoh. Diklaim, asap tersebut merupakan kiriman dari daerah lain di Kalbar dan luar Kalbar.

NANGA PINOH, SP - Hujan sudah mulai turun pada Senin (23/9) malam. Walau tak berlangsung lama, hujan setidaknya diharapkan mengurangi dampak kabut asap yang terasa semakin pekat. 

 

Namun, hingga Rabu (25/9) siang, kabut asap di Melawi masih tampak pekat. Aktivitas belajar mengajar pun berlangsung di tengah ancaman asap karhutla.

 

Padahal, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Syafarudin menerangkan, hingga beberapa hari terakhir, titik api di Kabupaten Melawi terus mengalami penurunan. Bahkan pada Rabu (25/9) sudah tak terdeteksi titik api.

 

"Titik api hanya terdeteksi di sejumlah kecamatan sebelum hujan turun. Sekarang malah kosong hotspot-nya" katanya.

 

Dikatakan Syafar, hujan yang turun pada Senin lalu tidak merata alias tak terjadi di seluruh wilayah Melawi. Sehingga, asap yang muncul bisa saja berasal dari sisa kebakaran di berbagai titik. Seperti di wilayah Belaban Ella, Kecamatan Menukung yang masih sempat terdeteksi api serta sekitar lahan gambut di PT Rafi yang masih terus berasap.

 

“Kabut asap yang mengepung Kabupaten Melawi saat ini lebih banyak berasal dari beberapa titik api yang terpantau di berbagai wilayah Kalbar dan luar Kalbar,” kata Syafarudin.

 

Ia memperkirakan, kabut asap yang juga mengganggu pandangan ini akan benar-benar menghilang ketika sudah masuk musim penghujan. Oleh sebab itu, Ia mengimbau agar masyarakat waspada kabut asap. Pihaknya pun tetap mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas membakar, seperti membakar lahan dan sampah.

 

“Selanjutnya, jika kabut asap masih terlihat, gunakanlah masker bila ingin keluar rumah. Khususnya bagi anak-anak yang paling rentan terkena dampak kabut asap. Kita berharap, hujan turun normal, agar kabut asap ini hilang,” ujarnya.

 

Terpisah, Camat Ella Hilir, Syaripudin mengatakan, bahwa terkhusus di wilayah Kecamatan Ella Hilir, aktivitas pembakaran lahan oleh warga diyakini sudah tidak ada, lantaran bulan ini sudah memasuki musim tanam.

 

“Jika kabut asap yang masih mengepung kawasan Kecamatan Ella Hilir khususnya hingga saat ini, merupakan kiriman dari daerah lain,” ujarnya. 

 

Dampak kabut asap pun mulai dirasakan masyarakat Melawi. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sebanyak 64 kasus pada September. 

 

Pasien ISPA tersebar di sejumlah Puskesmas, di antaranya di Puskesmas Tiong Keranjik 21 kasus, Puskesmas Menukung 13 kasus, dan di Puskesmas Nanga Pinoh 30 kasus. Sementara pada Agustus 2019, secara total ada 234 kasus ISPA yang tercatat di empat puskesmas. (eko/lha)

 

Tetap Jaga Kesehatan


Kepala Dinkes Melawi, dr. Ahmad Jawahir mengatakan, penderita ISPA mayoritas mengalami gangguan pernapasan. Jumlah ini memang tidak terlalu signifikan dibandingkan kasus penyakit lainnya karena masyarakat mulai memahami dampak asap karhutla

 

"Banyak masyarakat yang sudah menggunakan masker saat keluar rumah dan tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah," katanya.

 

Seluruh puskesmas di Melawi, lanjut Ahmad, sudah siap menangani keluhan pasien, terutama terkait dengan gangguan pernapasan. Ia pun tetap mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan sering minum air serta mengkonsumsi makanan dan buah buahan yang bergizi. (eko/lha)