Selasa, 15 Oktober 2019


Kampung KB untuk Pengendalian Penduduk

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 32
Kampung KB untuk Pengendalian Penduduk

KAMPUNG KB - Pembinaan Ketahanan Keluarga Berbasis Kelompok Tribina pada Kampung KB di Desa Nanga Kalan oleh Dinas PPKBP3A Melawi. IST

Nanga PINOH, SP – Program Kampung Keluarga Berencana (KB) terus berjalan di sejumlah desa di Melawi.

 

Proses pembinaan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Melawi ini dinilai penting dalam upaya pengendalian jumlah penduduk.

 

Kadis DPPKBP3A Melawi, Marniyati, dalam pembinaan Ketahanan Keluarga Berbasis Kelompok Tribina pada Kampung KB di Desa Nanga Kalan, Kecamatan Ella Hilir, beberapa waktu lalu mengungkapkan, program dari instansinya hanya membina Kelompok Keluarga Bina Remaja (KKBR), Kelompok Keluarga Bina Balita (KKBB), dan Kelompok Keluarga Bina Lansia (KKBL).

 

“Kegiatan ini juga mendukung program nasional tentang pencegahan stunting serta mempersiapkan SDM yang berkualitas dalam menghadapi bonus demografi tahun 2020-2030, di mana bonus demografi tersebut jumlah penduduk yang produktif umur 15-64 tahun lebih banyak dari nonproduktif,” jelasnya.

 

Dikatakan Marniyati, bila SDM yang berkualitas tidak dipersiapkan sejak awal, maka akan berdampak negatif  seperti jumlah pengangguran yang  tidak terkendali. Karena tidak terserap ke dalam lapangan kerja yang ada, akibat kualifikasi dan kualitas yang  tidak memenuhi standar pekerjaan yang tersedia.

 

“Sehingga, akan memberikan efek berantai ke berbagai bidang kehidupan manusia. Berkurangnya tingkat pendapatan akibat ketimpangan antara standar kualifikasi yang dibutuhkan  dan kualitas sumber daya manusia yang tidak memadai, dapat memicu lonjakan tingkat kemiskinan, yang memberikan dampak buruk pada kehidupan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

 

Di tempat yang sama, Pj Kades Nanga Kalan, Matsari, mengapresiasi upaya pembinaan kampung KB di desanya. Diakuinya bahwa pembangunan di Nanga Kalan, baik di bidang infrastruktur, bidang kesehatan, bidang pendidikan serta bidang sosial ekonomi, masih sangat kurang.

 

“Sewajarnyalah masyarakat kami belum memahami terhadap program Kampung KB secara umum, hanya memahami KB terhadap penggunaan alat-alat kontrasepsi atau alat-alat KB yang model lama, seperti iudi atau spiral dan inplan. Maka kami sangat mengharapkan perhatian pembangunan oleh pemerintah terutama Pemkab Melawi agar desa kami bisa sejajar dengan desa lainnya,” harapnya. (eko/lha)

 

Sukseskan Program Nasional


Camat Ella Hilir, Syaripudin, berharap dukungan dari OPD Pemkab Melawi lainnya untuk ikut bersama dalam program pembinaan Kampung KB kepada tiga desa di Ella Hilir, yakni Desa Nyangau, Desa Kahiya, dan Desa Nanga Kalan.

 

“Tujuannya agar dapat bekerja sama untuk mensukseskan program nasional tersebut demi untuk kemajuan pembangunan umumnya Indonesia dan khususnya pembangunan Kabupaten Melawi,” katanya.

 

Sejauh ini, kata Syaripudin, pembinaan Kampung KB baru sebatas dari Dinas P2KBP3A, Pemerintah Kecamatan Ella Hilir, puskesmas, Forkopimcam, PKK Kecamatan, dan penyuluh KB.

 

Padahal, desa-desa yang masuk dalam program Kampung KB juga diharapkan dapat meningkat kualitas kesehatan serta infrastruktur pendukungnya. (eko/lha)