Selasa, 19 November 2019


Kaum Hawa Garap Proyek Jalan Desa

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 82
Kaum Hawa Garap Proyek Jalan Desa

GARAP PROYEK - Para wanita di Desa Nanga Man ikut terlibat dalam pembangunan jalan rabat beton dengan pola padat karya. IST

Pembangunan jalan rabat beton selama ini lebih identik dengan pekerjaan kaum pria karena dianggap pekerjaan yang berat dan kasar. Namun, di Desa Nanga Man, Kecamatan Pinoh Utara, pembangunan jalan dusun setempat ternyata juga digarap oleh kaum wanita.

Setidaknya ada puluhan wanita, baik remaja putri hingga ibu-ibu yang ikut mengerjakan jalan di Desa Nanga Man. Mereka berasal dari Dusun Selaoh serta Dusun Piat di Desa Nanga Man.

Mengaduk semen, mengecor jalan yang didanai melalui dana desa, dilakukan oleh para wanita ini.

“Semua yang bekerja ini perempuan. Setelah menorah karet atau bekerja di ladang, mereka  bergotong rotong membuat jalan,” kata Tokoh Masyarakat Desa Nanga Man, Syafarudin saat ditemui di Nanga Pinoh, Senin (21/10).

Syafarudin yang baru saja melepas jabatan kepala desa Nanga Man mengungkapkan proyek jalan ini terdiri dari dua paket anggaran. Masing-masing paket bernilai Rp 98 juta. 

Pekerjaan pembangunan yang didanai melalui dana desa memang harus dikerjakan dengan pola swakelola atau padat karya.

 “Anggaran ini digunakan untuk pengadaan bahan bangunan dan upah pengerjaan,” jelasnya.

Dalam pengerjaan, wanita di dusun ini mulai menumpukan pasir, mencampur pasir sama semen, lalu menambahkan air, mengaduk semen dan pasir. 

Mereka mengangkut adukan semen di jalan yang akan dibangun. Mereka ini juga yang  meratakan dan merapikan jalan. Ada yang merapikan dengan cangkul, sendok semen pun mereka pakai untuk menghaluskan campuran semen.

“Kalau dilihat hasil pekerjaan ini sangat bagus, bahkan lebih bagus dari yang dilakukan oleh laki-laki. Adukannya rata. Para ibu-ibu dan remaja putri ini tekun bekarja sehingga hasilnya pun memuaskan,” terang Syaparudin.

 Ada beberapa laki-laki paruh baya yang ikut terlibat dalam pembangunan, cuma jumlahnya sedikit. Tugasnya memikul semen dan ikut menghaluskan semen jalan.  Syafar pun mengaku bangga pada wanita-wanita tangguh.

 Ke depan, Syafarudin akan mempercayakan perempuan unutk melakukan pekerjaan  yang memang bisa dilakukan oleh mereka.

 “Tak hanya laki-laki, wanita juga akan kita libatkan secara aktif dalam pembangunan,” pungkasnya. (eko susilo/bob)