Senin, 09 Desember 2019


Kadis Dikbud Harap Bisa Kembali Juara

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 63
Kadis Dikbud Harap Bisa Kembali Juara

PENILAIAN - Foto bersama usai penilaian lomba sekolah sehat oleh tim juri dari Provinsi Kalbar bersama kepala sekolah dan guru SMA Santa Maria, Dinas Pendidikan, Camat Nanga Pinoh dan Ketua PKK Melawi.

Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, dalam penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Kalbar tahun ini, Melawi hanya mengutus tiga sekolah di ajang tersebut. 

Tak ada jenjang sekolah dasar yang dinilai tahun ini karena dianggap tak mampu memenuhi syarat sekolah sehat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Joko Wahyono ditemui di sela-sela Ramah Tamah Tim Penilai LSS di Rumah Jabatan Bupati Melawi, Kamis (14/11) mengatakan, ada tiga sekolah Melawi dari tiga jenjang pendidikan yang mengikuti ajang tersebut tahun ini.

“Sekolah yang dinilai dalam LSS 2019, yakni jenjang TK yakni TK Bunda, jenjang SMP yakni SMP Negeri 1 Belimbing serta untuk SMA yang mewakili Melawi adalah SMA Santa Maria,” katanya.

Joko menjelaskan, untuk jenjang SD, Disdikbud tidak menyertakan satu sekolah pun karena setelah dilakukan penilaian tingkat kabupaten pada awal tahun ini. Semua sekolah tidak memenuhi syarat untuk mengikuti LSS di tingkat provinsi.

“Semua sudah kita persiapkan secara maksimal dengan bersama-sama sekolah serta instansi OPD Melawi. Sesuai dengan perintah dan surat tugas Bupati Melawi untuk melaksanakan pembinaan sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tuturnya.

Dilanjutkan Joko, pihaknya juga dibantu oleh Tim Penggerak PKK Melawi yang berusaha keras dalam pendidikan kesehatan pada siswa-siswi di tiga sekolah tersebut untuk mengikuti lomba ini.

“Kita berharap dari ajang ini, kita bisa meraih juara sekolah sehat tingkat provinsi, seperti beberapa tahun lalu. Kita pernah juara 1 tingkat provinsi dan mengikuti LSS tingkat nasional. Harapan kita juga tahun ini bisa demikian,” ungkapnya.

Joko juga menjelaskan mengapa SMPN 1 Belimbing kembali diutus menjadi perwakilan Melawi setelah pernah menjadi juara 1 pada LSS tahun 2014 lalu. Ia mengatakan, sekolah ini sudah tak mengikuti lomba selama lima tahun terakhir, sehingga diperbolehkan untuk mengikuti lomba sekolah sehat ini kembali tahun ini.

“Karena dibanding dengan SMP yang ada, SMPN 1 Belimbing yang paling siap untuk mengikuti lomba ini. Ke depan, kami mendorong madrasah yang dibina Kementerian Agama untuk dapat mengikuti lomba sekolah sehat tingkat kabupaten atau provinsi. Mudah-mudahan ke depan ada yang bisa kita utus,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai LSS, Sumadyo saat melakukan penilaian di SMA Santa Maria Nanga Pinoh mengatakan, penilaian dilakukan di seluruh kabupaten yang ada di Kalbar, termasuk Melawi. Penilaian sekolah sehat dilakukan dalam dua hari terakhir.

“Dari tiga sekolah yang kami nilai, memang ada kelebihan dan juga kekurangannya. Contohnya untuk TK Bunda, sudah banyak sekali kemajuannya. Karena sudah kesekian kalinya dilakukan penilaian. Masukan dari tim penilai sebelumnya sudah ditindaklanjuti oleh sekolah sehingga penilaian kali ini sudah berdampak pada hasil penilaiannya,” ujarnya.

Sumadyo pun berharap, dari Melawi bisa ada yang mewakili Kalbar di tingkat nasional. Karena bagaimanapun, untuk penentuan juara di tiap jenjang pendidikan akan dijaring dari 14 kabupaten/kota.

“Instrumen penilaian sampai sekarang belum ada perubahan. Indikator yang dilihat ditinjau dari pendidikan keagamaannya, kebersihan lingkungan, ketersediaan air dan sanitasi sekolah, toga serta kebersihan kantin serta mengintegrasikan pembelajaran ke siswa,” pungkas Sumadyo. (eko susilo/shella)