Sabtu, 18 Januari 2020


104 Rumah Terdampak Banjir Bandang

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 95
104 Rumah Terdampak Banjir Bandang

KORBAN BANJIR - Salah seorang warga yang menjadi korban banjir bandang di Nusa Kenyikap memperlihatkan sejumlah harta bendanya yang habis terendam air bercampur lumpur. SUARA PEMRED/EKO SUSILO

NANGA PINOH, SP – Bencana banjir bandang melanda Desa Nusa Kenyikap, Sabtu (7/12) dini hari. 

Ratusan rumah terendam banjir bercampur lumpur. Banjir yang datang di tengah warga terlelap tidur, membuat mereka tak lagi sempat menyelamatkan harta benda.

 Muin, salah seorang guru yang juga menjadi korban banjir bandang mengungkapkan, air datang tiba-tiba tepat tengah malam. Ia bersama empat anggota keluarganya langsung sibuk menyelamatkan diri.

“Saya hanya sempat ambil ijazah. Setelah itu langsung naik ke atas atap. Yang lain kami tak sempat selamatkan. Seluruh barang elektronik, beras, HP dan motor terendam banjir. Uang kami pun hilang,” katanya, saat Suara Pemred datang ke lokasi banjir di Desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing, Sabtu (7/12) sore.

Muin yang sudah menjadi guru kurang lebih 20 tahun di SDN 08 Nusa Kenyikap itumengatakan, ia bersama warga lainnya pun pasrah atas bencana ini. Ia bersama istri, anak, dan cucu merasa panik saat air bah datang tiba-tiba.

“Motor sudah bisa pakai. Semua barang makanan sampai elektronik habis. Ijazah basah. Sekolah kami pun terendam banjir. Soal ulangan habis, hasil ulangan dan rapor habis kena banjir,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kades Nusa Kenyikap, Jagatrius Ewan mengungkapkan, banjir bandang ini memang sangat tidak disangka-sangka oleh warga karena datang dengan tiba-tiba. Sehingga ada 105 KK yang terdampak banjir, pada Sabtu (7/12) sekitar pukul 00.00 WIB.

“Banjir biasa hanya terjadi satu meter saja. Tapi 2019 ini bisa mencapai tiga meteran,” katanya.

Harapan warga, lanjut Ewan, tentunya tak hanya pada saat ini saja, tapi juga bagaimana ke depan banjir serupa tidak lagi terjadi menimpa masyarakatnya. 

Ewan mengatakan, 105 KK ini mengalami kerugian material yang tak sedikit. Rumah yang rusak akibat banjir mencapai lima unit. Selain itu, akses jembatan penghubung antara Kenyikap dengan Kayu Bunga terputus terbawa arus sungai.

“Kalau diperkirakan, mungkin bisa mencapai ratusan juta. Hanya belum bisa kita hitung. Yang pasti, kami sangat mengharapkan uluran tangan dari pemerintah untuk membantu kami, sehingga bisa meringankan korban,” tuturnya.

Terpisah, Kepala BPBD Melawi, Syafaruddin mengungkapkan, total ada 104 rumah yang terkena banjir bandang. Termasuk satu unit sekolah. Hampir semua warga setempat tak sempat menyelamatkan harta bendanya.

“Baju habis, padi yang baru dipanen hanyut. Dan kebutuhan mereka yang terpenting adalah makanan dan baju. Utamanya seragam sekolah,” katanya.

Syafar menerangkan, BPBD datang dengan membawa sejumlah paket makanan, seperti mi, gula, kopi, dan minyak goreng. Sedangkan untuk bantuan beras, menjadi kewenangan Dinsos untuk menyalurkan beras cadangan pemerintah. (eko/lha)

 Perlu Perhatian Pemerintah

Anggota DPR RI, Yessy Melania, mendatangi lokasi banjir bandang di Nusa Kenyikap, Sabtu (7/12) sore. 

Selain memantau langsung dampak banjir yang menyebabkan 104 rumah terendam, ia juga menyerahkan bantuan makanan cepat saji pada masyarakat setempat.

 “Kami menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir ini. Bencana ini tak pernah terbayangkan dan tentu tidak kita harapkan,” katanya.

Yessy mengatakan, perhatian pemerintah sangat diperlukan untuk menangani pascabencana banjir bandang di Desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing. Selain menyalurkan kebutuhan pada masyarakat, langkah preventif ke depan juga mesti dipikirkan sehingga bencana serupa bisa diantisipasi.

“Karena bencana seperti ini tentu ada sebabnya. Karenanya penanggulangan ke depan perlu dipikirkan,” ujarnya.

Yessy berharap, bukan hanya masyarakat Nusa Kenyikap yang mesti waspada terhadap munculnya bencana alam, tapi juga masyarakat lain, secara khusus di Kalbar, mengingat curah hujan dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi.

“Masyarakat sekiranya bisa lebih waspada, hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya bencana. Kelestarian alam harus kita jaga, termasuk juga kesehatan. Dan juga peka terhadap tanda-tanda alam, itu imbauan kita,” tuturnya.

Ke depan, lanjut Yessy, ada kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat sangat diperlukan dalam kejadian bencana ini. Pemetaan terhadap dampak banjir ini harus dilakukan, walau dalam kasus banjir bandang di Nusa Kenyikap, tidak ada korban jiwa. (eko/lha)