Minggu, 19 Januari 2020


Longsor hingga Jalan Amblas Terjadi di Ella Hilir

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 102
Longsor hingga Jalan Amblas Terjadi di Ella Hilir

JALAN RUSAK - Sejumlah jalan yang amblas serta rumah rusak terjadi karena pergeseran tanah serta longsor di Kecamatan Ella Hilir. IST

NANGA PINOH, SP – Kejadian tanah longsor hingga jalan amblas terjadi di Kecamatan Ella Hilir. Peristiwa ini terjadi sejak Sabtu (7/12) lalu dan semakin parah pada Senin (9/12) ini. Walau tak ada korban jiwa, namun bencana ini merusak tiga bangunan serta jalan beton.

Kasi Pelayanan Umum Kantor Camat Ella Hilir, Matsari mengungkapkan, jalan amblas dan longsor terjadi dua desa. Bencana ini mulai terjadi pascahujan deras yang terjadi pada Jumat malam pekan lalu.

“Jalan amblas bermula dari pergeseran tanah serta longsor hingga merobohkan dua unit rumah dan satu unit warung penduduk di Jalan B. M. Aris, Dusun Sandung Permai, Desa Nanga Ella. Satu bangunan surau juga terdampak longsor  di Dusun Pelempai, Desa Pelempai Jaya, Kecamatan Ella Hilir,” terangnya.

Matsari memaparkan, area longsor dan jalan amblas berada tak jauh dari tebing dekat perkampungan warga.  Ia memperkirakan curah hujan tinggi membuat tanah menjadi labil dan dampak dari terjadinya longsor.

“Sedangkan satu unit surau yang roboh terjadi pada Minggu (8/12) kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana kali ini,” jelasnya.

Matsari mengungkapkan, lokasi rumah, warung, dan surau, terletak di tepi sungai. Jalan yang terbelah dan amblas itu pun saat ini tak bisa dilalui.  

Dikatakan dia, peristiwa longsor tepian pantai saat ini masih tetap terjadi, sehingga menyebabkan rumah yang ada di tepi pantai terancam ikut terbawa longsor.

“Kami meminta kepada warga untuk tetap lebih waspada, karena lokasi longsor bisa semakin melebar, bila terjadi hujan lebat. Dan kami berharap, upaya pemerintah setempat menangani bencana longsor itu,” katanya. (eko/lha)

Minta Masyarakat Waspada

Kepala BPBD Melawi, Syafaruddin mengatakan, longsor di Ella Hilir sudah diinformasikan ke instansinya. Ada tiga bangunan yang memang terdampak cukup parah akibat longsor serta pergeseran tanah.

“Satu bangunan kemudian dirobohkan. Bangunan ini rusak karena dampak tanah bergeser serta longsor. Kita rencananya hari ini akan memantau ke sana,” ujarnya.

Syafarudin pun meminta masyarakat mewaspadai dampak dari tingginya curah hujan karena berpotensi memunculkan banjir serta tanah longsor. 

Ia juga meminta agar masyarakat bisa segera melapor ke BPBD bila ada kejadian bencana alam. (eko/lha)