Sabtu, 18 Januari 2020


Banjir Rendam Desa Manggala

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 92
Banjir Rendam Desa Manggala

BANJIR - Sejumlah warga memikul motor akibat banjir di Desa Manggala, Selasa (10/12). Diketahui, ketinggian air bervariasi, Sekitar puluhan rumah yang terdampak banjir. Banjir ini kiriman dari hulu Sungai Mangat. IST

NANGA PINOH, SP – Banjir melanda Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, Selasa (10/12). Banjir ini disebabkan meluapnya Sungai Mangat sehingga membuat puluhan rumah serta tempat ibadah ikut terendam. 

Tak hanya itu, sejumlah kolam ikan siap panen milik warga juga meluap dan membuat ikan terbawa banjir.

 Warga Manggala, Rajiman mengungkapkan, air pasang sudah dirasakan warga sejak Selasa pagi. Ada dua dusun yang mengalami banjir, yakni Dusun Maram Jaya serta Dusun Mang Raya. Ketinggian air bervariasi, Sekitar puluhan rumah yang terdampak banjir. Banjir ini kiriman dari hulu Sungai Mangat. Karena hujan yang terus turun selama sepekan ini

“Sekitar puluhan rumah yang terdampak banjir. Banjir ini kiriman dari hulu Sungai Mangat. Karena hujan yang terus turun selama sepekan ini,” ungkapnya.

Banjir pun memutus akses jalan antardusun. Beberapa rumah juga terendam, utamanya pada bangunan yang memang terletak di dataran rendah. Air sudah masuk ke rumah warga, walau belum sampai membuat warga mengungsi.

“Bahkan, motor warga ada yang sampai harus dipikul karena air cukup tinggi,” kata Rajiman.

Banjir di Manggala juga berdampak pada rumah Ketua Bawaslu Melawi, Johani. Dalam pesan WhatsApp, Johani memaparkan. rumahnya pun terkena banjir. Hanya saat kejadian ini, dirinya tak sedang berada di Melawi.

“Saya lagi dinas luar, jadi hanya dapat informasi dari orang rumah saja,” tuturnya.

Warga Desa Manggala lainnya, Kamsuri mengatakan, banjir terjadi di kawasan Mang Raya merugikan banyak peternak ikan. Karena ikan yang dibudidayakan, seperti kaloi, mas, nila, dan berbagai jenis ikan lain siap panen harus hanyut terbawa banjir.

Mantan Kades Manggala ini menuturkan, selain kolam ikan, perkebunan dan persawahan terendan banjir. Juga sejumlah rumah penduduk hingga saat ini masih terus dimasuki air. 

Saat ini, kata Kamsuri, air terus meninggi menggenangi rumah penduduk.

Menurut dia, lokasi yang rendah kawasan itu memang menjadi langganan banjir tahunan, juga karena dipengaruhi curah hujan yang tinggi.

Dikatakan dia, di Desa Manggala dan desa tetangga lain setiap hujan deras dengan curah tinggi pasti banjir. Hal ini disebabkan letak geografis yang rendah.

“Selain itu, sungai di sana tidak mampu menampung air dan menyebabkan air meluap,” kata Kamsuri. (eko/lha)

Terima Laporan Masyarakat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Syafaruddin, mengaku sudah menerima laporan dari masyarakat terkait banjir di Manggala. 

Ia juga mengungkapkan bahwa tim BPBD besok (hari ini, red) akan turun ke lapangan sembari membawa bantuan.

“Sejauh ini laporan yang masuk, rumah yang tergenang sebanyak 40 unit,” katanya. (eko/lha)