Penjualan Kondom Jelang 'Valentine Day' di Kabupaten Mempawah Belum Alami Peningkatan

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1026

Penjualan Kondom Jelang 'Valentine Day' di Kabupaten Mempawah Belum Alami Peningkatan
ILUSTRASI (bantenterkini.com)
MEMPAWAH, SP – Tren menjelang  Hari Valentine yang diperingati setiap 14 Februari biasanya meningkatnya permintaan kondom atau alat kontrasepsi. Terlebih di kota-kota besar yang cenderung memiliki wajah pergaulan cukup bebas dan intim.

Namun, tren tersebut tidak terjadi di Kabupaten Mempawah.
Setidaknya keterangan ini didapat
 Suara Pemred dari salah satu pemilik Toko Obat Stamina, Ayung di Jalan GM Taufik, Kabupaten Mempawah.
Kepada Suara Pemred, Ayung mengaku penjualan alat kontrasepsi alias kondom tak mengalami peningkatan.
"Penjualannya (alat kontrasepsi) di sini masih biasa-biasa saja. Tak ada menunjukan peningkatan yang sangat signifikan," ungkap Ayung, Jumat (12/2). Ayung mengatakan, untuk per harinya penjualan alat kontrasepsi berkisar lima hingga 12 alat kontrasepsi (kondom). Jumlah tersebut, sama seperti jumlah pembelian pada hari-hari biasa.

Ayung pun mengaku tak sembarangan melayani permintaan alat kontrasepsi. Jika pembeli berstatus pelajar atau masih berusia remaja, Ayung mengaku tak melayaninya. "Meski saya menyediakan kondom, saya tak menjualnya secara sembarangan, terutama anak-anak yang usianya masih sekolah tak saya layani," kata Ayung.

Ayung mengaku menanyakan maksud pembelian alat kontrasepsi jika melayani pembeli berstatus pelajar atau masih remaja. "Tetap terlebih dahulu saya tanyakan jika ada remaja mau membeli kondom. Pernah suatu waktu mengaku mau membelikan untuk orangtuanya, saya tak percaya dan tak saya layani,” ungkap Ayung.

Ayung mengatakan, harga kondom yang dijualnya bervariasi. Ada seharga Rp 2 ribu hingga di atas Rp 2 ribu per sachetnya.

Sementara  Ipah, penjaga Apotik Mempawah di jalan yang sama juga mengatakan hal serupa yakni tak sembarangan menjual alat kontrasepsi.
"Saya tak akan menjualnya pada anak-anak yang di bawah umur maupun mereka yang masih sekolah. Namun untuk mereka yang sudah dewasa tetap dijual," kata Ipah.

Satu di antara warga Kecamatan Sungai Pinyuh, Rino Febriansyah (32) berharap penyedia atau penjual alat kontrasepsi selektif melayani pembeli. “Pembeli yang berusia remaja dan di bawah umur jangan dilayani,” kata Rino.

Tidak hanya itu, Rino meminta pihak-pihak terkait menggelar razia atau patroli di kawasan-kawasan yang potensial terjadi perbuatan menyimpang. “Semoga remaja atau putra-putri kita tak memaknai Hari Valentine sebagai hari melepas kegadisannya. Semoga mereka merayakannya dengan perbuatan yang wajar-wajar saja,” harap Rino.

Bersiap Patroli

Sementara Kasat Binmas Polres Mempawah, AKP Gatot Purwanto mengatakan, pihaknya saat ini sudah berencana melakukan kegiatan preventif menjelang malam Valentine. "Jadi, saat ini kami sedang melaksanakan rapat mengenai patroli yang akan dilakukan pada malam Valentine," ungkap Gatot.

Gatot mengungkapkan, sasaran patroli yang akan dilakukan pihaknya yaitu kawasan karaoke dan tempat-tempat penginapan yang ada di Mempawah. "Intinya patroli yang dilakukan menyasar kawasan-kawasan yang akan diperingati sebagai tempat merayakan malam Valentine," kata Gatot. (ben/bah)