Korban Penipuan Lembaga Banteng Khatulistiwa Avsec Trust Aviation Training Center Bermunculan

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 2184

Korban Penipuan  Lembaga Banteng Khatulistiwa Avsec Trust Aviation Training Center Bermunculan
ILUSTRASI- (republika.co.id)
MEMPAWAH, SP – Korban-korban penipuan yang dijanjikan dapat bekerja di PT Angkasa Pura II oleh Lembaga Banteng Khatulistiwa Avsec Trust Aviation Training Center, sebuah lembaga penyalur tenaga kerja, bermunculan.

Beberapa korban penipuan melaporkan lembaga penyalur tenaga kerja yang berkantor di Jalan Sulawesi, Kota Pontianak itu ke Polres Mempawah, Kamis (10/3).

Satu dari korban, Ahmad Arifin mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 27 juta kepada lembaga penyalur tenaga kerja itu setelah tergiur dengan janji dapat meloloskannya bekerja di PT Angkasa Pura II.

Arifin mengaku diiming-imingi oleh salah seorang pengajar berstatus PNS di SMA di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah berinisial RZ. "Pada 2015 lalu, dia (RZ) bilang bisa memuluskan saya bekerja di PT Angkasa Pura II dengan gaji Rp 5 juta per bulan. Namun, saya diminta terlebih dahulu mengeluarkan uang sebesar Rp 27 juta,” ungkap Arifin.

Tergiur dengan janji pekerjaan, Arifin membayar besaran uang yang diminta RZ. Lantas Arifin mengikuti masa training di Jakarta. Selanjutnya masuk pendidikan dua hari dan langsung  OJT (On Job Training) di (kapal) kargo sebagai pengangkat barang.

"Janjinya bekerja di PT Angkasa Pura II dengan gaji Rp 5 juta, namun sesampainya di Jakarta anak Kalbar hanya ditempatkan di kargo dengan gaji Rp 2,5 juta. (per bulan),” kata warga Kecamatan Anjongan ini.

Merasa ada yang janggal, Arifin, bersama teman-teman senasib menanyakan soal janji pekerjaan di PT Angkasa Pura II kepada pimpinan Lembaga Banteng Khatulistiwa Avsec Trust Aviation Training Center saat berada di Jakarta.

Betapa terkejutnya mereka bahwa ternyata, berdasarkan jawaban dari pimpinan itu, lembaganya tak melakukan kerja sama dengan PT Angkasa Pura II ihwal penempatan tenaga kerja.

Sadar ditipu, Arifin meminta kembali uang Rp 27 juta yang sudah dikeluarkannya. Namun, lembaga penyalur tenaga kerja itu hanya dapat mengembalikan Rp 7 juta. Alasannya, uang yang sudah masuk tak dapat ditarik kembali.

Arifin mengatakan bahwa korban penipuan tak hanya warga asal Kabupaten Mempawah, warga asal Kota Pontianak dan Kota Singkawang juga turut menjadi korban.

Sementara Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Prayitno melalui Kanit Tipikor, Iptu Ahmad Ghozali mengatakan akan menampung dulu permasalahan dari para pelapor yang diduga menjadi korban penipuan.
"Kami tampung dulu masalahnya. Saat ini masih melakukan pemeriksaan apakah ada unsur penipuan atau tidak," jelas Ghozali.

Ghozali mengatakan, jika terbukti melakukan penipuan, maka akan dikenakan pasal penipuan 378 dengan ancaman hukuman empat tahun. (ben/bah)