Polres Mempawah Gelar Aksi Tiga Pocong pada Operasi Simpatik 2016

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1567

Polres Mempawah Gelar  Aksi Tiga Pocong pada Operasi Simpatik 2016
TAMPILKAN POCONG – Satlantas Polres Mempawah menampilkan karakter pocong dalam aksi teatrikal di Jalan GM Taufik, Kabupaten Mempawah, Minggu (13/3). Aksi itu dilakukan untuk mengingatkan pengendara untuk mentaati peraturan lalu lintas. (FOTO: Suara Pemred

MEMPAWAH, SP- Polres Mempawah selalu tak kehilangan cara untuk menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya menjaga keselamatan diri saat berkendara di jalan raya. Upaya itu diwujudkan Polres Mempawah dengan menggelar aksi teatrikal yang menampilkan korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Aksi itu dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar selalu menaati peraturan berlalu lintas di jalan raya.

Pantauan Suara Pemred, dalam aksi teatrikal itu ada beberapa korban kecelakaan lalu lintas berlumuran darah yang diperankan oleh anggota Polres Mempawah.
Tak hanya itu, untuk memunculkan kesan dramatis, ada tiga pocong yang turut beraksi teatrikal.
Tak pelak, aksi teatrikal itu menarik perhatian masyarakat.

Saat bersamaaan, polisi juga membagikan surat cinta dari Satlantas Polres Mempawah. "Surat cinta itu berisi imbauan kepada masyarakat. Antara lain patuhi peraturan lalu lintas, jaga keselamatan pribadi dan orang lain, malu jika melanggar peraturan lalu lintas, serta bangga jika taat pada peraturan berlalu lintas," jelas Kasat Lantas Polres Mempawah, AKP Tri Budianto.

Tri mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Operasi Simpatik 2016. Hal itu dilakukan untuk menekan angka kecelakaan yang menimpa para pelajar yang terbilang masih cukup tinggi.

"Angka penderita kecelakaan di tahun 2015 sekitar 35 persen dari seratus kejadian. Maka dari itu, kami tak henti-henti memberikan imbauan agar masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas," terang Tri.

Tri menambahkan,  aksi teaterikal dilakukan untuk menerapkan aksi dikmas lantas (pendidikan masyarakat berlalu lintas). Supaya kecelakaan lalu lintas yang terjadi, baik yang menimpa masyarakat  umum maupun para pelajar, bisa ditekan, khususnya di Kabupaten Mempawah.

Tri mengimbau kepada orangtua agar tak membiarkan anaknya yang masih berstatus pelajar sekolah untuk menggunakan kendaraan. "Kami ke depan berencana menjalin kerja sama dengan pihak Disdikpora Kabupaten Mempawah untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi di sekolah," jelas Tri.

Rencananya, kata Tri, pihaknya akan mendatangi sekolah-sekolah memberikan pelajaran lalu lintas dalam mata pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan).
"Jadi, rencana kita saat ini yaitu memberikan materi untuk menaati peraturan lalu lintas, 10 menit di jam pelajaran PPKN," kata Tri. (ben/bah)