Polres Mempawah Ringkus Empat Tersangka Curat

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1158

Polres Mempawah Ringkus Empat Tersangka Curat
Ke empat tersangka curat yang sedang diperiksa penyidik Polres Mempawah. (SUARA PEMRED/ ruben permana)
MEMPAWAH, SP – Jajaran Kepolisian Resort Mempawah berhasil menciduk empat orang komplotan pelaku pencurian sepeda motor dan pencurian dengan pemberatan yang dilakukan di enam Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda. Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi masih menyisakan satu orang tersangka yang kini masih dalam pengejaran dan termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Prayitno mengatakan, para tersangka yakni Alfian (24), Fajar (18), Fiqri (21) berhasil diciduk berawal dari penangkapan tersangka Irfan (23) yang melancarkan aksinya di rumah kos, yang berada di belakang rumah sakit dr Rubini, Minggu (8/5).


Saat itu, Irfan menggunakan mobil Xenia Silver berwarna hitam dengan nomor polisi KB 1803 HK. Tersangka ini dikejar oleh warga yang melihat aksi kejahatannya. Dari dalam mobilnya, kemudian didapati sebuah baju kaos dan sepeda milik korban, Eko, warga Desa Antibar.

“Berdasarkan dari barang bukti tersebut, di situlah pihak kami mulai melakukan penyidikan,” jelas Prayitno, Rabu (11/5).

Setelah barang bukti itu diamankan, polisi langsung mendatangi pelaku dan melakukan penggeledahan.
"Saat penggeledahan ditemukan barang curian milik korban, Oki warga Jalan Mempawah Hilir.  Seperti beberapa kucing persia, sepatu, parfum, kaca mata, serta lainnya. Sementara baju yang dari dalam mobil kemaren milik tersangka Alfian warga Pontianak," jelasnya.

Usai pengungkapan itu, pada Selasa (9/5) polisi mendapatkan informasi bahwa Polres Landak   menangkap empat tersangka yang dua di antaranya adalah tersangka kasus ini. Yakni Alfian dan Fajar.
Keduanya berhasil diciduk berkat laporan pemilik kafe di Landak. Karena mereka sebelumnya sempat ribut dengan pemilik kafe karena kekurangan uang membayar.

"Tim langsung menjemput keduanya. Setelah pulang, ditemukan mobil Xenia Hitam KB 1803 HK yang kali ini dikendarai kawanan mereka Abdul Bari Fiqri  warga Tanjunga Raya 1, Pontianak sedang mogok kehabisan bensin karena lari dari keributan di Landak," jelasnya.

Berkat keterangan sejumlah saksi, mengatakan bahwa mobil tersebut digunakan dalam menjalankan aksinya di rumah kos di belakang rumah sakit dr Rubini.
"Jadi, Selasa kemarin, ketiga orang tersebut, langsung dibawa ke polres,” jelasnya.

Prayitno mengatakan, tersangka merupakan komplotan pelaku curanmor dan curat di enam TKP berbeda.
"Tiga pencurian kendaraan bermotor dan tiga curat. Untuk curanmor di kawasan Antibar dan di jalan Jailani. Sedangkan curat terdiri dari TKP di rumahnya Oki di jalan Jailani, dan kawasan Antibar," jelasnya.

 Dia mengatakan, penangkapan tersebut merupakan kerjasama antara pihaknya dengan Polres Landak. Untuk saat ini, barang bukti lainnya masih dicari. Sebab beberapa di antaranya sudah dijual. Diharapkan agar warga waspada. Menjaga keamanan barang berharganya.

"Atas perbuatan pelaku dikenakan pasal 363 dengan pemberatan, ancaman sekitar tujuh tahun," jelasnya.
Eko satu di antara korban, membenarkan kejadian itu. Dia meminta aparat juga meningkatkan pengamnan  di sejumlah titik rawan di daerahnya. (ben/and/sut)