Senin, 23 September 2019


Penipuan Berkedok Investasi, Presiden SOT Mahud Sidin 'Hilang' Bawa Uang Nasabah Kabupaten Mempawah

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1835
Penipuan Berkedok Investasi, Presiden SOT  Mahud Sidin  'Hilang'  Bawa Uang  Nasabah Kabupaten Mempawah

Sejumlah nasabah menunggu hasil pertemuan antara Tim Tujuh Mempawah Bersatu dengan Polres Mempawah di halaman mapolres, Jumat (13/5). (Suara pemred/ruben permana)

MEMPAWAH, SP – Ketua Tim Tujuh Mempawah Bersatu, Tamrin mendesak Presiden Sout Our Trade (SOT), Mahud Sidin untuk menunjukkan batang hidungnya di Mempawah.
Tamrin meminta Mahud berani mempertanggung jawabkan ulahnya yang diduga membawa lari ribuan uang nasabah yang berinvestasi ke SOT.
"Diharapkan Mahud kembali ke Mempawah, menemui para nasabah dan menyelesaikan permasalahan uang investasi yang nilainya jutaan rupiah itu. Tunjukkan niat baik,” tegas Tamrin yang juga Tokoh Pemuda Pancasila Provinsi Kalbar dan Tokoh Pemuda Melayu Kalbar itu.

Pernyataan tegas Tamrin disampaikan seusai Tim Tujuh bertemu dengan Polres Mempawah supaya menindak lanjuti kasus penipuan berkedok investasi itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, berkisar 5000 nasabah menginvestasikan uangnya ke SOT. SOT menerapkan dua paket investasi yang bisa dipilih nasabah yakni paket reguler dan kompon.

Untuk paket reguler, nasabah akan mendapatkan profit 50 persen dari jumlah investasi. Pencairan profit dilakukan setiap bulan sesuai tanggal pendaftaran nasabah bersangkutan.

Aturan investasi minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp1 miliar. Kalau pilih reguler, setiap bulan akan mendapatkan profit 50 persen hingga enam bulan ke depan. Jika sudah selesai enam bulan, nasabah bisa berinvestasi lagi.

Kemudian, paket investasi kompon. Paket ini menawarkan kelipatan yang lebih besar dari reguler. Setiap nasabah akan mendapatkan profit sepuluh kali lipat dari nominal investasi. Syaratnya, pencairan profit hanya bisa dilakukan setiap enam bulan.

Namun, sejak medio Maret 2016, SOT tiba-tiba menyetop penerimaan nasabah baru dalam jaringan investasinya. Dari sinilah ketakberesan SOT mulai terkuak. Pembayaran profit mulai tersendat.

SOT beralasan pihaknya sedang melakukan penataan administrasi. Para member pun diminta bersabar menunggu proses itu selesai.

Humas Tim Tujuh, Mohlis Saka mengatakan bahwa timnya mewakili para nasabah yang uangnya dibawa lari SOT. Hingga kini, Mahud tak diketahui keberadaannya.

“Maka itu kami meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus yang merugikan banyak nasabah SOT ini,” kata Mohlis.

Dikatakan, pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bahwa permasalahan SOT akan ditempuh lewat jalur musyawarah. "Polisi mengusahakan dalam pekan ini akan ada titik terang terkait keberadaan Presiden SOT, Mahud Sidin," kata Mohlis.

Mohlis juga berharap keluarga Mahud kooporatif dengan bersama-sama mencari keberadaan Mahud.

Sayangnya, pertemuan antara Tim Tujuh dengan Polres Mempawah tertutup dari media. Awak media tak diizinkan turut dalam pertemuan itu.

Pertemuan yang berlangsung di ruangan Waka Polres Mempawah, Kompol Engkus Kusnadi selama dua jam itu eksklusif.

Seorang awak media lokal sempat mencoba masuk ke ruangan hendak meliput, namun dicegah dan tak diperbolehkan oleh anggota polisi. "Kata komandan awak media tak boleh meliput," ujar seorang anggota polisi.

Peran Polisi

Iswandi, satu di antara nasabah SOT mengharapkan Mahud dapat mempertanggung jawabkan tindakannya. Uang nasabah yang telah masuk dalam investasi SOT diharapkan dikembalikan.

"Sebagai seorang pemimpin, jangan pernah lari dari permasalahan. Jangan jadi pengecut," kata Iswandi yang telah menginvestasikan uangnya Rp 50 juta ke SOT.

Iswandi juga meminta Polres Mempawah untuk cepat bertindak. Sebab, kasus itu terkait dengan stabilitas masyarakat.

"Saya rasa tak ada kesulitan untuk mengungkap kasus ini. Kepolisian pasti bisa menemukan Mahud Sidin ini," katanya.

Berdasar informasi, uang nasabah yang tersedot dalam investasi SOT diperkirakan sekitar 50-60 miliar. "Jumlah yang cukup fantastis. Tolong polisi dapat bertindak,” katanya. (ben/bah/sut)