Jesika, Bocah Empat Tahun Tewas Terbakar

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 980

Jesika, Bocah  Empat Tahun Tewas Terbakar
Ayah Jesika, Sukono menangis saat anaknya hendak dimakamkan, Selasa (14/6). Jesika meninggal karena mengalami luka bakar di tubuhnya setelah bermain korek api gas dengan dua teman sepermainannya, Senin (13/6). Suara pemred/ruben permana
MEMPAWAH, SP – Isak tangis Sukono (29) berderai saat pemakaman anaknya, Jesika Aprilia (4), Selasa (14/6). Jesika meninggal karena luka bakar yang dialaminya setelah terbakar saat bermain korek api gas dengan teman bermainnya, Zafira Avika (5) dan adik Zafira, Vira, di rumahnya di RT 09 RW 05, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Senin (13/6).

Di pemakaman, Sukono tak kuasa menahan tangisnya. Dia nyaris pingsan begitu jenazah anaknya hendak dikuburkan. Dia tak menyangka anak semata wayangnya akan meninggalkannya secepat ini.

Usai pemakaman, Sukono menceritakan bahwa pada Senin (13/6) sekitar pukul 08.00 WIB, anaknya bermain dengan Zafira dan Vira. "Saya lihat mereka bertiga bermain tas dan bermain permen yang menggunakan semprot. Saya lihat tak ada tanda-tanda mencurigakan," kata Sukono.

Sukono pun lantas tidur di kamarnya. Sementara istrinya baring-baring di luar kamar. Kemudian ayah Sukono, Rabain atau kakek korban melihat Jesika bermain korek api gas berwarna kuning. Mengetahui hal itu, Rabain mengingatkan Jesika dan teman-temannya agar tak bermain korek api.

Rabain mengatakan itu kepada Jesika saat hendak pergi menebas rumput di kuburan. "Kakeknya minta korek api itu. Tapi Zafira tak mau memberikan korek api itu karena merasa milik ayahnya. Menyangka tak akan terjadi apa-apa, kakeknya lantas pergi menebas ke kuburan," cerita Sukono.

Tak lama berselang, tiba-tiba terdengar teriakan Jesika dengan kondisi bajunya yang terbakar.  Mengetahui itu, ibunya, Sri Harsidah (30) langsung berusaha memadamkan api dan mengoyak baju Jesika.
"Saya bersama istri langsung mencelupkan anak saya ke kolam depan untuk mematikan api," kata Sukono.

Mendapati Jesika mengalami luka bakar di tubuhnya, Sukono langung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rubini Mempawah. "Setelah disuntik dan diinfus, anak saya langsung dipindahkan ke Ruang Kenanga di RSUD dr Rubini. Waktu itu saya lihat ada sedikit perubahan di wajahnya yang awalnya terlihat sangat tegang dan pucat," ungkap Sukono.

Sementara ibu korban, Sri Harsidah mengungkapkan, Jesika terus berteriak agar tidak membakar dirinya. "Anak saya teriak-teriak terus ‘Avika, jangan bakar saya, jangan bakar saya’,” ungkap Sri.

Hati Sri sangat sakit mengetahui Jesika mengalami luka bakar di sekujur badannya. Sri menduga, anaknya pasti mengalami rasa perih yang sangat akibat luka bakar itu. "Namun, begitu saya tanya dia (Jesika), dia mengaku tak merasakan sakit apa-apa.

Saya pun meminta pihak rumah sakit untuk dirawat jalan saja, namun rumah sakit tak mengizinkannya,” jelas Sri. Satu hal yang menyedihkan sekaligus mengharukan adalah Jesika terus mengucapkan kalimat tauhid dan itu didengar oleh setiap pembesuk yang membesuknya.

"Anak saya terus mengucapkan Laa ila ha illallah berulang-ulang hingga meninggal Senin (13/6) sekitar pukul 15.30 WIB," kata Sri. Sri berharap, jika anaknya meninggal karena dibakar, pelaku pembakaran dapat diproses hukum dan diberi hukuman yang setimpal.

Mediasi Keluarga

Kapolsek Mempawah Timur, Ipda Djamaludin mengungkapkan, pihaknnya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait meninggalnya Jesika, apakah karena dibakar atau tidak.

"Kami masih berusaha mencari bukti-bukti karena sebelumnya mereka bermain bersama dan mereka juga masih ada hubungan keluarga. Apakah itu dibakar atau bukan belum bisa dipastikan," kata Djamaludin.

Langkah yang dilakukan pihaknnya kini yaitu menunggu hasil visum dokter, melakukan antisipasi di rumah korban dan memediasi keluarga-keluarga yang terkait agar tak terjadi hal-hal yang diinginkan. “Mereka berdua itu anak di bawah umur. Jadi kalau menurut UU No 11 akan dikembalikan ke pihak keluarga atau akan diberikan penanganan khusus di departemen sosial," kata Djamaludin. (ben/bah)