Pemerintah Siapkan Infrastruktur Penunjang Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1281

Pemerintah Siapkan Infrastruktur Penunjang Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah
ILUSTRASI PELABUHAN (net)
MEMPAWAH, SP – Mendukung pembangunan pelabuhan internasional dan smelter di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, pemerintah pusat telah mempersiapkan sejumlah infrastruktur penunjang. Satu di antaranya pembangunan jalan koridor yang menghubungkan Kabupaten Mempawah hingga wilayah perbatasan Entikong.

Bupati Mempawah, Ria Norsan mengungkapkan, pemerintah telah merampungkan desain pembangunan jalan koridor dari Kecamatan Sungai Kunyit ke Entikong. Namun, belum diputuskan jenis infrastruktur yang nantinya akan direalisasikan. “Masih dalam kajian tim teknis. Apakah nanti akan dibangun rel kereta api ataukah jalan tol. Tim masih mempertimbangkan infrastruktur yang paling tepat dan efektif untuk mendukung sarana pelabuhan internasional di Sungai Kunyit,” ungkap Norsan di Mempawah, baru-baru ini.

Menurut dia, infrastruktur jalan sangat penting dalam menunjang kelancaran mobilitas angkutan pelabuhan nantinya. Sebab, arus lalu lintas baik masuk-keluar kendaraan di area pelabuhan bakal padat. Konsekuensinya dibutuhkan infrastruktur yang memadai.

“Kalau mengandalkan jalan protokol yang ada sekarang, tidak akan efektif menunjang aktivitas kendaraan di pelabuhan. Makanya pemerintah sudah memikirkan hal ini. Sekaligus ini akan membuka akses dengan daerah lainnya di Kalimantan Barat,” ujar Norsan.

Karenanya, ia mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mempawah. Khususnya dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat guna memperlancar proses pembangunan yang akan diwujudkan pemerintah nantinya.

“Saya minta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat agar memberikan pencerahan kepada masyarakatnya masing-masing. Ini semua demi kelancaran pembangunan di Kabupaten Mempawah. Sebab, tanpa dukungan masyarakat mustahil pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah berjalan lancar,” pesan Norsan.

Secara khusus, Norsan menyebut pembangunan megaproyek pelabuhan internasional di Sungai Kunyit sangat penting bagi kemajuan daerah, termasuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah. Ia meyakini pelabuhan akan menjadi pintu gerbang masuknya pundi-pundi rupiah di masa mendatang.

“Pelabuhan itu ibaratkan gula. Tidak diundang pun, semut-semut akan datang. Begitu pula nanti, para investor dari luar akan berdatangan untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Mempawah,” katanya.

Upaya lain untuk menunjang pembangunan pelabuhan internasional, Pemerintah Kabupaten Mempawah juga membuka akses ke daerah-daerah kecamatan hingga kabupaten tetangga. “Saat ini, kami sedang membangun jalan dari Kampung Pasir-Sekabuk. Pak Nungkat-Kampung Pasir sudah terealiasi sekitar 23 km, kemudian dilanjutkan tahap kedua Kampung Pasir-Sebukit Rama yang Insya Allah akan rampung pada tahun ini,” ungkapnya.

“Nanti kita juga akan membuka akses jalan ke Kabupaten Bengkayang. Rutenya dari Sebukit Rama-Samalantan. Daerah lain yang akan dibangun yakni jalan dari Ngarak-Segedong-Parit Bilal-28 Oktober di Kota Pontianak,” tuturnya mengakhiri.

Berdayakan Masyarakat Lokal

  
Tokoh Pemuda Kecamatan Sungai Kunyit, Abdul Wahab berharap pembangunan pelabuhan internasional Sungai Kunyit mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat Mempawah. “Jangan sampai pembangunan pelabuhan yang mega hebat itu hanya dinikmati atau mempengaruhi perekonomian kalangan elit. Pada akhirnya, masyarakat Mempawah tak mendapatkan apa-apa, selain hanya menikmati kemegahan pelabuhan internasional,” kata Wahab.

Jika pemerintah tidak mengakomodir masyarakat setempat dalam kerja, maka implikasi logis adalah berkembangnya kriminalitas.

Lazimnya, kata Wahab, kriminalitas paralel dengan kemajuan pembanguan di suatu daerah. “Kelompok kriminal adalah mereka yang merasa tersisih dari perkembangan pembangunan dan tak memiliki akses untuk menikmati pembangunan itu. Pemerintah daerah sebaiknya memerhatikan hal itu,” kata Wahab.   (ben/bah/sut)