Rabu, 13 November 2019


Tali Kawat Layangan Renggut Nyawa Warga Mempawah

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1186
Tali Kawat Layangan Renggut Nyawa Warga Mempawah

Seorang anak sedang menunjuk kabel listrik yang menyebabkan Sudarmin tewas tersetrum, Senin (11/7). Suara pemred/ruben permana

MEMPAWAH, SP – Sudarmin (39) tewas setelah tersetrum tali kawat layangan miliknya yang menyangkut di kabel listrik bertegangan tinggi di RT 01 RW 01 Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Minggu (10/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saksi mata, Deni Syaputra (37) mengatakan bahwa saat kejadian dirinya tengah nongrong tak jauh dari tempat Sudarmin bermain layangan. "Sore itu memang banyak layangan yang putus. Sudarmin bermain layangan menggunakan tali kawat untuk menyaok (menjerat atau mengait) layangan yang putus,” katanya, Senin (11/7).

Saat itu, cerita Deni, Sudarmin berhasil menjerat satu layangan yang putus. Perlahan ia tarik atau turunkan layangan itu. Layangannya pun berhasil ia turunkan berikut satu layangan yang dijeratnya.

Namun, tali kawatnya menyangkut di kabel listrik yang merentang dari rumah warga ke rumah warga lain. "Sudarmin mungkin tak menyangka,  jika tali kawat yang menyangkut di kabel listrik telah teraliri tegangan listrik. Dia baru menyadarinya saat hendak menaikkan kembali layangannya karena secara tiba-tiba badannya kejang-kejang dan tak lama kemudian tersungkur ke tanah,” ungkapnya.

Melihat kejadian itu, Deni spontan mengambil kayu untuk melepaskan kawat yang masih melekat di kabel listrik tersebut. Lantas Deni meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar.

"Jadi, masyarakat langsung menolong, bahkan ada yang langsung memberikan air susu kepada korban," jelasnya.

Saksi mata lain, Sudarni mengungkapkan bahwa dirinya sudah mendapati Sudarmin yang warga RT 02 RW 31 Desa Bakau Kecil itu sudah tergeletak di tanah.

“Warga kemudian membawanya ke Rumah Sakit Rubini Mempawah. Saat hendak dibawa ke rumah sakit itulah diduga nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi," jelasnya.

Tokoh masyarakat Kecamatan Sungai Pinyuh, Ahmadi mengatakan, pihak-pihak terkait harus bertindak tegas terhadap pemain layangan. “Ini sudah tidak bisa dibiarkan. Korban sudah ada. Apa mau menunggu korban lain lagi untuk bertindak? Tolong pihak terkait merazia pemain layangan,” katanya.

Pemain layangan sudah sangat membahayakan orang lain dan dirinya sendiri. Permainan itu lebih banyak berdampak merugikan daripada menguntungkan.

“Pemerintah dan aparat jangan tidur. Coba tangkap pemain layangan yang masih ada di Mempawah ini. Kalau dengan kejadian ini fakta permainan layangan masih ada, berarti pihak-pihak terkait tidak peduli dengan masyarakatnya,” pungkasnya.

Korban Kejang-Kejang
Kapolsek Mempawah Timur, Ipda Djamaludin membenarkan bahwa Sudarmin bin Thalif menjadi korban tali kawat yang digunakannya saat bermain layangan.

"Diduga kawat yang digunakannya untuk menyaok (menjerat) layangan  tersebut mengoyak karet bungkusan kabel hingga membuat korban kejang-kejang dan tersungkur ke tanah dan meninggal saat hendak dibawa ke rumah sakit Dr Rubini Mempawah," katanya.

Pihaknya sudah mengecek TKP dan mengambil barang bukti berupa tali kawat dan visum rumah sakit. "Hasil visum menyebutkan tangan korban seperti terbakar dan kening korban terlihat memar diduga karena tersungkur ke tanah,” katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tak bermain layang-layang, terutama menggunakan kawat karena bisa membahayakan diri sendiri. "Saat sambang duka ke rumah korban, kita terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tak bermain layang-layang," katanya. (ben/bah)