Enam Warga Keracunan Dirawat di RSUD Rubini Mempawah

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 911

Enam Warga Keracunan Dirawat di  RSUD Rubini Mempawah
Enam orang warga Dusun Parit Amanku, Desa Pasir, Kecamatan, Mempawah Hilir berada di RSUD Dr Rubini. (SUARA PEMRED/ RUBEN PERMANA)
MEMPAWAH, SP - Sedikitnya enam orang Warga Parit Amangku, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Rubini Mempawah, Minggu (24/7) dini hari. Mereka  diduga mengalami keracunan minyak goreng yang dibeli dari sebuah warung.

Enam orang tersebut, di antaranya tiga orang pria atas nama Misnadi (42), Mat Rawi(45), Syahroni (26) dan tiga orang wanita, yakni  Arianti (29), Khotimah (33) serta Noriyeh (48).


Kepala Dusun Parit Amangku, Desa pasir Kecamatan Mempawah Hilir, Marjalin menerangkan  berawal dari warganya yang hendak mengadakan resepsi pernikahan anaknya di RT 23/RW 9 Dusun Parit Amangku, Senin (25/7).

"Jadi, saat itu para juru masak menggoreng bawang, dengan menggunakan minyak goreng yang dibeli dari sebuah warung di Desa Pasir. Ketika menggoreng, juru masak heran kenapa bawang yang digoreng tidak garing dan minyak langsung menghitam seperti oli,” terangnya.

Setelah bawang goreng dicicipi oleh sejumlah warga dan juru masak, ke semuanya sontak mengalami muntah-muntah tiada henti. "Melihat kejadian tersebut, keluarga yang mengadakan resepsi langsung membawa para korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan," katanya.

Khotimah (33),  seorang korban keracunan mengungkapkan, mengalami muntah-muntah setelah mencicipi bawang goreng tersebut. “Bibir saya serasa disetrum, sedangkan badan lemas tak bisa bergerak," terangnya.

Hal yang sama juga dialami, Syahroni(29). Warga Desa Pasir ini mengatakan, ketika melihat para juru masak muntah-muntah, dirinya sontak menyicipi minyak goreng yang belum digunakan tersebut. "Saat mencobanya, lidah saya langsung merasa sebal, tenggorokan terasa panas, badan menjadi lemas dan muntah muntah," ungkapnya.

Dirinya berharap, agar kejadian ini tidak terulang kembali dan menimpa warga lainnya. Sementara itu, pemilik warung, Suryana mengatakan, sama sekali tidak mengetahui kandungan minyak goreng yang dijualnya. "Saat itu memang ada warga yang membeli minyak goreng, sebanyak 5 kilo dengan harga perkilonya Rp 12 ribu," terangnya.

Ia mengatakan, minyak tersebut diambilnya dari sebuah warung di Pasar Sebukit Rama, Mempawah. "Saya hanya sebagai penjual. Saya selalu mengambil minyak di situ. Saat diperiksa oleh pihak kepolisian, saya tetap katakan tidak mengetahui itu," tuturnya.

Periksa Para Saksi

Kapolsek Mempawah Hilir, IPTU Galih Wicaksono menerangkan, akan mengambil langkah yang hukum, terkait kasus dugaan keracunan yang dialami enam orang warga Dusun Parit Amangku, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

"Saat ini, kita masih memanggil saksi saksi, dan penjual minyak goreng kiloan tersebut," terangnya.

Dirinya belum dapat memastikan, apakah kasus keracunan tersebut disebabkan dari minyak goreng. Pasalnya, secara kasat mata, minyak goreng kiloan ini sama seperti minyak goreng pada umumnya.

"Jadi, minyak goreng ini butuh pengujian lab dari BPOM terlebih dahulu, guna memastikan apakah minyak goreng ini terkontaminasi bahan kimia," jelas Kapolsek.

Menurutnya, jika hasil laboratorium  BPOM menyatakan, bahwa minyak goreng tersebut mengandung zat kimia berbahaya, yang menyebabkan enam orang keracunan. Maka penjual produk tersebut dapat dikenakan Undang-undang Perlindungan Konsumen. (ben/bob/sut)