IBI Mempawah Laporkan Dugaan Malapraktik ke Diskes

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1029

IBI Mempawah Laporkan Dugaan Malapraktik ke Diskes
ILUSTRASI: Ekstraksi Vacum (ist)
MEMPAWAH,SP - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Mempawah telah melaporkan Bidan Titin Dorce kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah atas dugaan malapraktik persalinan terhadap Rina (32), warga Sungai Duri 1, Kecamatan Sungai Kunyit, yang berujung kematian bayinya dalam kandungan.

“Kami sudah lakukan rapat dengan para pengurus dan menyerahkan laporan hasil rapat ke Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah mengenai bidan Titin Dorce yang melakukan persalinan tak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) bidan," ungkap Ketua IBI Mempawah, Weni, Selasa (2/8).

Weni mengungkapkan bahwa berdasar investigasi pihaknya, bidan Titin Dorce diduga beberapa kali melakukan tindakan medis persalinan yang tak sesuai SOP atau malapraktik.

"Menurut data-data yang ada, dugaan malapraktik yang dilakukan bidan Titin Dorce sudah lebih dari sekali," ungkapnya.

Weni mengaku IBI Mempawah tidak tinggal diam terhadap kejadian tersebut. Dikatakan, untuk  memutuskan apakah izin praktek bidan tersebut dicabut, hal itu tergantung dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah.


"Jadi apakah izin prakteknya dicabut atau tidak, itu sudah kewenangan Dinas Kesehatan," ujarnya.

Weni mengatakan bahwa selama kepengurusannya, kejadian dugaan malapraktik persalinan oleh Titin Dorce adalah kejadian pertama. Pada kepengurusan sebelumnya pun juga pernah terjadi dugaan malapraktik.

Disinggung terkait sanksi kepangkatan bidan bersangkutan, Weni mengatakan bahwa hal itu ditangani langsung oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mempawah ataupun Sekda Mempawah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Armini membenarkan sudah menerima laporan dari IBI Mempawah terkait Titin Dorce.

"Soal ini (kasus Titin Dorce) masih dalam proses. Kami masih pelajari dulu agar tak ada simpang-siur informasi," jelasnya.

Dia berjanji jika Titin Dorce bersalah, maka akan ada tindakan untuk bidan tersebut. "Masih berproses ini," katanya datar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rina (32) adalah ibu muda tuna wicara. Dia sudah dua kali mengandung, namun anaknya meninggal saat masih kecil dan dalam kandungan.

Kali ini, pada kandungan anak ke-3, Rina kembali kehilangan bayinya dengan kondisi yang memprihatinkan akibat dugaan malapraktek yang dilakukan bidan Titin Dorce di klinik milik bersangkutan di Mempawah.


Beri Sanksi Tegas
Kakak korban, Joko (26) meminta bidan Titin Dorcediberikan sanksi tegas jika terbukti melakukan malapraktik persalinan terhadap kakaknya.

"Saya selaku adik sangat mengharapkan pihak-pihak terkait memberikan sanksi tegas atas perbuatan yang sudah dilakukannya," katanya.

Menurutnya, tindakan tegas terhadap pelaku perlu diputuskan agar kasus malapraktik tidak terjadi lagi di Mempawah.

“Ini berakibat pada menghilangkan nyawa seseorang. Dinas Kesehatan kerjanya jangan lamban. Cepat selidiki dengan jujur dan berani terhadap bidan Titin Dorce itu. Pekerjaan anda dipertanggung jawabkan kepada Tuhan kelak. Saya berharap semuanya jelas, jujur, benar dan adil,” tegasnya.
 (ben/bah/sut)