Sabtu, 21 September 2019


Tabrakan Beruntun Bis dengan Motor di Mempawah

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1246
Tabrakan Beruntun Bis dengan Motor di Mempawah

Anggota Polres Mempawah sedang mengangkut motor yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Senggiring, Desa Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Selasa (23/8) siang. Suarapemred/rubenpermana

MEMPAWAH, SP – Tabrakan beruntun antara bus penumpang jurusan Pontianak-Singkawang dan sepeda motor terjadi di di Jalan Raya Senggiring, Desa Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Selasa (23/8) sekitar pukul 02.00 WIB. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Namun, pemotor  KB 3955 BL, Joyaniko (15), kernet bus, Deden Sutomo (25) dan dua penumpang bus, Miftahul Jannah (19) dan Benyamin (16), mengalami luka yang cukup serius.

Kaki ketiganya remuk terlindas. Benyamin menceritakan, kecelakaan beruntun bermula saat dua sepeda motor, Xeon dan Vega, yang masing-masing dikendarai Oina dan Joyaniko bersenggolan.

“Jadi saat bersenggolan, motor Xeon langsung jatuh ke arah parit, sedangkan pengendara Vega jatuh di badan jalan," jelas Benyamin.

Sopir bus, kata Benyamin, kaget dan membanting ke arah kiri hingga menabrak beberapa pohon palem di pinggir jalan.

"Saat bus menabrak pohon palem, sopir coba menghindarinya dan agak ke badan jalan dan tanpa diketahui ternyata melindas kaki pengendara motor Vega yang jatuh," jelas Benyamin.

Sementara sang sopir, Heriyanto (35) tak menyangka pada kejadian tabrakan beruntun yang dialaminya. Menurutnya, kejadian itu sangat cepat sekali dan dirinya tak bisa mengontrol laju busnya.

“Saya betul-betul terkejut ketika dua motor bersenggolan, yang satu jatuh ke parit dan satunya lagi jatuh ke badan jalan. Saya sudah berusaha banting stir hingga menabrak pohon palem di pinggir jalan dan tanpa saya sadari, selain pengendara motor Vega yang tertabrak, kernet bus saya juga mengalami luka yang cukup serius,” terang Heriyanto.

Salah seorang warga Desa Bakau Kecil, Heni berharap tiap kecelakaan yang terjadi di Mempawah dapat diambil hikmahnya. Mengedepankan keselamatan adalah cara paling aman berkendara di jalan raya.

“Sebab kalau sudah mengedepankan keselamatan, maka pengendara pasti hati-hati, tidak ngebut di jalan raya,” kata Heni.

Beruntung kecelakaan beruntun itu tidak merenggut korban jiwa. “Untuk sopir bus, jangan kebut-kebutan di jalan kejar setoran. Sadarilah bahwa jalan raya itu bukan cuma milik kendaraan bus angkutan, tapi ada kendaraan lain. Artinya, semua pengendara sama-sama berhati-hati. Jangan ada yang egois menggunakan jalan,” pungkas Heni. (ben/bah/sut)