Mantan Anggota DPRD Landak Dipolisikan

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 840

Mantan Anggota DPRD Landak Dipolisikan
ILUSTRASI (pojoksatu.id)
MEMPAWAH, SP – Tak tahan dimadu sekitar empat tahun lamanya , TR (45), warga Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, akhirnya melaporkan sang suami, ZL (56) ke Polres Mempawah karena telah menikahi siri seorang gadis berinisial JM (32) warga Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah sejak 2012 lalu.

Meskipun sakit hati, awalnya TR tidak terlalu memusingkan pernikahan tanpa ikatan negara suaminya tersebut. Namun lama kelamaan, dia berang lantaran sang suami membelikan istri mudanya tersebut sebuah ruko.

Usut punya usut dan setelah ditelusuri, pembangunan ruko tersebut bermodalkan dana pinjaman dari bank BRI Sungai Pinyuh tanpa melalui persetujuan TR.

"Saat, mereka melakukan perkawinan tak ada memberitahukan kepada saya. Tapi saya semakin geram dan emosi saya semakin memuncak karena pinjaman uang tersebut. Makanya saya melaporkannya," jelas TR ditemui di Polres Mempawah, Jumat (30/9).

Ketika ditelusuri oleh TR, pihak bank menunjukkan surat keterangan peminjaman uang atas nama suami beserta fotokopi surat keterangan menikah. "Jadi, surat keterangan kawin dari kelurahan Sungai Pinyuh mengatakan bahwa pernikahan mereka belum tercatat di catatan sipil," jelasnya.

TR mengaku jika suaminya tersebut dulunya sempat duduk di kursi wakil rakyat Kabupaten Landak periode 2009-2014.

Kuasa Hukum TR, Rosita Nengsi, mengatakan ZL bisa terjerat Pasal 279 KUHP lantaran menikah untuk kedua kalinya tanpa persetujuan istri pertamanya yang sah.
"Jadi pasal tersebut mengatakan bahwa suami harus mendapatkan izin istri pertamanya untuk menikah kembali," jelasnya.

Rosita mengaku, pelaporan seperti yang dilakukan kliennya tersebut memang sangat jarang terjadi. Padahal aturan untuk suami yang ingin menikah kembali sudah diatur dalam undang-undang. "Jika suaminya menikah lagi tanpa persetujuan istri, maka bisa dikenakan ancaman lima sampai tujuh tahun penjara," tegasnya.

  
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Prayitno membenarkan laporan yang dilakukan oleh TR (45) warga Desa Mandor, Kecamatan Landak, Kabupaten Landak tersebut. Pelaporan tersebut terkait pernikahan ZL, suaminya tanpa persetujuan.

"Laporan, dari warga tadi sudah diterima. Akan didalami dan dikaji. Karena, kita tak bisa serta merta mengenakan Pasal 279 tersebut, karena masih mendengar sebelah pihak," jelasnya.

Menurutnnya, sangkaan TR terhadap pernikahan siri suaminya ini, belum bisa dipastikan masuk dalam Pasal 279 tersebut, karena butuh pendalaman lagi. "Karena, selama saya di sini, saya baru kali ini menagani perihal seperti ini,” jelasnya. (ben/and/sut)