Suryadi, Nelayan Bakau Besar Laut Belum Ditemukan, Keluarga Salah Informasi

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 930

Suryadi, Nelayan Bakau Besar Laut  Belum Ditemukan, Keluarga Salah Informasi
Tim gabungan, terdiri dari polisi, TNI, Basarnas dan nelayan hendak melanjutkan pencarian korban Suryadi, di Dermaga Kuala Mempawah, menggunakan kapal milik nelayan, Rabu (5/10). SUARA PEMRED/RUBEN
MEMPAWAH, SP - Juniarti, warga Desa Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh ini berharap, suaminya, Suryadi (40) bisa ditemukan keadaan selamat. Dua hari sebelumnya, Suryadi dikabarkan hilang. Nelayan trawl ini diduga menceburkan diri menghindadi kejaran nelayan tradisional, di perairan Kuala Mempawah.

Tim gabungan, Polri dan TNI, menyambangi rumah Suryadi, Desa Bakau Besar Laut, Rabu (5/10). Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono dan Dandim/1201 Mpw Letkol Inf Win Winandar, memberikan santunan dan berusaha menenangkan keluarga Suryadi.

"Untuk keluarga kami minta tenang dan tetap berdoa. Kami bersama nelayan dan Basarnas masih melakukan pencarian," kata Dedi.

Saat ini, ada 20 unit kapal pencari. Di antaranya dari TNI AL, Pol Air, Basarnas dan nelayan masih melakukan pencarian Suryadi. "Karena, kita semua bersaudara. Jadi, jangan sampai permasalahan ini, kita jadi ribut, dan menimbulkan persoalan yang baru," kata Kapolres.

Waka Polres Mempawah, Kompol Engkus Kusnandi mendorong Pemkab, terketuk hatinya untuk lebih inten melakukan pencarian. "Jika di laut, kita tak punya motor air, tapi kita dan dan TNI akan terus berusaha saling berkordinasi," kata Engkus.

Sebelumnya, pada Selasa (4/10), keluarga korban mendapat laporan, bahwa mayat Suryadi ditemukan di Muara Jungkat oleh nelayan lokal. Saat masih di Mempawah, Juniarti diperlihatkan warga dengan foto temuan mayat tersebut. Meski sang istri tampak ragu mengenali jenazah.

Tapi ciri-ciri mayat ditemukan tadi mengarah pada Suryadi, di mana celana dan gelang yang ada di tangan mayat tersebut, mirip suaminya. "Malam itu kami langsung ke RS Pontianak untuk melihat kebenarannya," kata Mahdinar, warga Bakau Besar.

Tapi hasilnya, mayat tersebut ternyata bukan Suryadi. Suara Pemred mendatangi RS Antonius. Saat di lokasi, mayat tersebut diketahui bernama Gilang Ian Fawzi (89). Kerabat korban, Eko mengatakan, korban asal Solo, Jawa Tengah ini ditemukan tewas tenggelam di Muara Jungkat.

"Almarhum berasal dari Solo. Baru lima hari ikut tagboat. Padahal sebelumnya almarhum tampak. Tidak ada tanda-tanda almarhum sakit," kata Eko di RS Antonius.

Pada Selasa (4/10) pukul 07.00 WIB, Eko sempat melihat almarhum berjalan keluar kamar. Sekitar pukul 08.00 WIB, saat Eko yang hendak membuat sarapan, sempat mencari almarhum dan hendak menawarkan sarapan.

"Waktu saya cari dia sudah tidak ada. Lalu saya keliling kapal mencarinya, tapi yang ada cuma satu buah sendal jepit. Di sungai saya juga temukan sandal jepit korban. Baru kami sadar almarhum jatuh ke sungai," katanya. (ben/jee/loh)