Wow, Lakalantas di Mempawah Didominasi Pelajar

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 709

Wow,  Lakalantas di Mempawah Didominasi Pelajar
Ilustrasi
MEMPAWAH, SP – Jumlah kecelakaan lalulintas (lakalantas)  di jalan raya hingga medio Oktober 2016 berjumlah 167 kasus,  49 orang meninggal dunia. Dan pada tahun 2015 lalu,  telah terjadi 197 laka lantas. “Dan itu (tahun 2016) diperkirakan akan meningkat, di mana ada libur akhir tahun dan lainnya,” ungkap AKP Tri Budiyanto, Kasatlantas Polres Mempawah. 

Menurut Tri, peristiwa lakalantas tersebut  masih didominasi pelajar. Untuk menekan itu, pihaknya telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak sekolah,  untuk memasukkan materi pendidikan lalulintas pada kegiatan-kegiatan ekstra kulikuler. 

Sementara itu, Wakapolres Mempawah, Kompol Engkus Kusnadi mengatakan, setiap pelanggaran lalulintas,  yang terkadang berujung pada kecelakaan cenderung lebih kepada orangnya atau pengendara. 

Engkus mencontohkan, ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Bodok dengan Sanggau, sebelumnya, saat jalan tersebut rusak, kerap terjadinya kecelakaan, namun ketika sudah diperbaiki, tetap saja masih menjadi daerah yang rawan berlalulintas. “Nah dalam kondisi itu, dapat disimpulkan adalah manusianya yang tidak mampu mengendalikan diri selama berkendara,” terang Engkus. 

Untuk mengatasi dua masalah  itu, selain kepolisian,  diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kebijakan yang ada di Mempawah. Misalnya, Dinas Pendidikan melakukan langkah-langkah membina pelajar, pengoptimalan atau pemasangan marka jalan serta rambu-rambu lalulintas yang menjadi wewenang Dinas Perhubungan dan perbaikan kontruksi jalan yang masuk ke ranah Dinas Pekerjaan Umum. "Semua harus berperan aktif memikirkan dan mencari solusi terbaik dari faktor penyebab tingginya angka kecelakaan,” urainya.  

Engkus menyebutkan, di Kecamatan Siantan, persisnya di kilometer 19,3 sampai 19,6 termasuk titik hitam atau black spot, karena rawan terjadinya lakalantas. “Daerah yang menjadi black spot itu adalah yang memiliki jumlah tertinggi angka kecelakaan yang meninggal dunia, luka berat, luka ringan maupun kecelakaan tunggal,”  pungkasnya. (ben/ang)