Maksimalkan Peran Masjid

Mempawah

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 651

Maksimalkan Peran Masjid
KEGIATAN – Sejumlah warga melakukan kegiatan di masjid. Di Mempawah, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana meminta pengurus masjid di Mempawah menggagas program-program konkret yang bermanfaat untuk umat. (net)
Wakil Bupati Gusti Ramlana berharap masjid-masjid di wilayah Kabupaten Mempawah tidak hanya bagus secara fisik. Pengurusnya diharapkan juga mampu menggagas program-program konkret yang bermanfaat untuk umat.  

“Islam harus menjadi rahmat bagi sekalian alam,” ujarnya saat mengikuti silaturahmi daerah pengurus masjid se-Kabupaten Mempawah di Aula Kantor Bupati Mempawah, Senin (22/5). Kegiatan dihadiri sebanyak 238 pengurus masjid se-Kabupaten Mempawah.

Ramlana mengatakan, masjid punya fungsi dan peran yang luas. Tidak sekadar untuk ritual ibadah. Terkait hal itu, dirinya mengajak para pengurus masjid untuk mengkaji tentang riwayat eksistensi masjid di zaman Nabi Muhammad.

Menurut dia, masjid harus menjadi pusat kegiatan. “Bagaimana fungsi masjid di zaman Rasulullah, dan bagaimana fungsi masjid di zaman sekarang,” ujarnya menyebut. Ramlana menuturkan sejumlah fungsi masjid yang seharusnya digalakkan kembali. Di antaranya fungsi komunikasi umat, fungsi pendidikan, fungsi pelayanan sosial, dan fasilitas untuk menerima tamu. Kesemua fungsi tersebut, menurut dia, telah ada contohnya di masa Nabi Muhammad.

Dirinya berharap ke depan fungsi-fungsi masjid dapat tersusun dengan baik sesuai maksud dan tujuan didirikannya masjid. “Kita harus berani mengevaluasi, apakah selama ini kegiatan dan program sudah berjalan? Juga sejauh mana keterlibatan umat memakmurkan masjid?” ujarnya mengingatkan.

Mengoptimalkan peran masjid, Ramlana menyatakan pentingnya sejumlah hal. Di antaranya konsolidasi organisasi Dewan Masjid Indonesia, penyegaran kepengurusan, dan penyusunan program-program unggulan bagi masjid. Menurutnya, hal-hal seperti estetika dan penataan masjid juga penting dilakukan. Termasuk menata masjid di tengah lingkungan sekitar.

Selain itu, masjid sebagai aset juga harus diamankan. Salah satunya dengan melakukan sertifikasi lahan masjid. Hal lain yang menurutnya sangat penting yakni bagaimana memberdayakan umat sekaligus menyiapkan generasi penerus yang shaleh. “Kita berharap ke depan dapat meningkatkan peran dan fungsi masjid,” katanya berharap.

Ketua Pimpinan Wilayah Dewan masjid Indonesia Kalimantan Barat, Abdul Munir Hamid, mengatakan masjid harus dimakmurkan. Dan yang pantas memakmurkan masjid, kata dia, adalah orang-orang yang beriman. Karena, menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan ada musuh-musuh agama yang secara kasat mata terlihat membangun masjid, bahkan seolah memakmurkan masjid. Karena itu, ia menegaskan pentingnya upaya memantapkan keilmuan para pengurus masjid.

Dengan begitu masjid akan benar-benar menjadi markas dan benteng umat. “Jangan sampai masjid ini dimasuki orang-orang tertentu untuk kepentingan-kepentingan tertentu,” katanya mengingatkan.

Abdul Munir menegaskan, di luar ritual ibadah, masjid hanya boleh digunakan untuk hal-hal yang maslahat bagi umat. Karena itu, ia mengapresiasi kepengurusan DMI Kabupaten Mempawah di bawah kepemimpinan Wakil Bupati Gusti Ramlana. Dirinya berharap masjid benar-benar akan menjadi tempat pembinaan umat.

“Kita khawatir apakah generasi muda kita nanti akan bisa menjadi generasi pelanjut yang qurani. Mudah-mudahan kita bisa mengurus masjid di tempat kita masing-masing supaya generasi kita tetap bertuhankan Allah dan bernabikan Rasulullah Muhammad,” katanya berharap. (*/jee)