Minggu, 17 November 2019


Beras Raskin Berkutu dan Berbau

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 584
Beras Raskin Berkutu dan Berbau

BERDEBU – Beras Raskin yang diterima warga Kelurahan Tanjung kondisinya dinilai tidak layak. Selain berdebu, beras juga berwarna kekuningan, mengeluarkan bau tidak sedap dan berkutu. suara pemred/ruben permana

MEMPAWAH, SP – Beras bantuan untuk masyarakat miskin (Raskin) yang akan disalurkan Badan Urusan Logistik (Bulog) dikeluhkan masyarakat Mempawah. Pasalnya, beras bantuan yang dijual dengan harga murah itu dapat dikatakan tidak layak konsumi. Beras raskin yang disalurkan Bulog ke masyarakat tersebut berwarna kekuningan, berdebu, dan mengeluarkan bau tak sedap.

Tidak hanya itu, di dalam beras juga banyak ditemukan kutu beras yang akan berbahaya jika dikonsumi oleh manusia. Warga Kelurahan Tanjung, Dahlan (43) mengatakan, beras Raskin datang ke daerahnya beberapa hari lalu. Saat akan disalurkan di tingkat Rukun Tetangga (RT) warga sangat terkejut melihat kondisi beras yang sudah sangat tidak layak.

Melihat itu, pengurus RT dan RW  bersama warga kemudian mengambil inisiatif untuk membersihkan beras sebelum disalurkan. Akan tetapi, meskipun telah dibersihkan, namun beras masih dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
“Beras Raskin itu seperti beras untuk pakan ternak," sesal Dahlan, Minggu (11/6).

Meskipun beras yang diterima masyarakat adalah beras bantuan yang dijual dengan harga murah, namun tidak semestinya kualitas beras yang disalurkan adalah kualitas yang tidak layak dikonsumsi manusia. Dalam penyalurannya, beras raskin dijual Rp3.000 per kilogramnya. Setiap warga diberikan jatah 12 kilogram beras.

Penyaluran Raskin dilakukan setiap enam bulan sekali. “Meskipun sifatnya bantuan, tapi tidak seharusnya beras yang disalurkan seperti untuk pakan ternak,” ujar Dahlan. Sementara, Supardi (41) Ketua RW RW 01, Kelurahan Terusan, menjelaskan di wilayahnya penerima bantuan Raskin mencapai 40 Kepala Keluarga (KK) dengan total beras yang disalurkan mencapai 600 kilogram. Namun dengan kondisi beras Raskin yang memperihatinkan tersebut warga di wilayahnya akhirnya enggan untuk menerima bantuan tersebut.

"Karena jika dilihat, ayam pun tak mau makannya, apa lagi manusia," katanya. Atas temuan tersebut, pihaknya dikatakan akhirnya memilih untuk mengembalikan Raskin yang diterima ke pihak kelurahan untuk ditukar ke Bulog.

“Kami minta beras itu diganti, dan dari jawaban kelurahan beras itu akan segera ditukar dengan yang lain,” pungkasnya. (ben/jee)